Revitalisasi 10 Sekolah di Karanganyar Diresmikan, Pemerintah Dorong Sekolah Aman dan Pembelajaran Bermakna

Pemerintah meresmikan revitalisasi 10 sekolah di Kabupaten Karanganyar sebagai bagian dari penguatan Revitalisasi Satuan Pendidikan. Program ini tidak hanya menyasar perbaikan fisik sekolah, tetapi juga digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan kualitas proses belajar.

Revitalisasi 10 Sekolah di Karanganyar Diresmikan, Pemerintah Dorong Sekolah Aman dan Pembelajaran Bermakna
Salah satu sekolah di Karanganyar yang direvitalisasi oleh Kemendikdasmen di Karanganyar,Jawa Tengah. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • Revitalisasi 10 gedung sekolah dipusatkan di SMAK 1 Muhammadiyah Gondangrejo.
  • Pemerintah menargetkan 16.171 sekolah direvitalisasi pada 2025 dan 11.000 sekolah pada 2026.
  • Program mencakup perbaikan infrastruktur, digitalisasi, serta peningkatan kapasitas guru.

RIAUCERDAS.COM, KARANGANYAR - Upaya menghadirkan lingkungan sekolah yang lebih aman dan mendukung pembelajaran terus diperkuat pemerintah.

Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian revitalisasi 10 gedung sekolah jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK yang dipusatkan di SMAK 1 Muhammadiyah Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (16/1/2026).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak semata membenahi bangunan sekolah, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan suasana belajar yang menggembirakan, bermakna, dan memanusiakan murid.

“Pendidikan adalah fondasi peradaban. Karena itu, perbaikan dilakukan dari hulunya, mulai dari revitalisasi gedung sekolah, digitalisasi, pelatihan guru, hingga pembelajaran yang mendalam, menggembirakan, dan memanusiakan murid,” ujarnya di hadapan guru, kepala sekolah, murid, serta pemangku kepentingan pendidikan.

Secara nasional, Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi 16.171 sekolah pada 2025.

Sementara pada 2026, pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk melanjutkan revitalisasi sekitar 11.000 sekolah. 

Program ini meliputi perbaikan laboratorium, ruang praktik siswa, fasilitas sanitasi, Unit Kesehatan Siswa (UKS), dan sarana pendukung lain agar sekolah menjadi ruang belajar yang aman dan nyaman.

Selain infrastruktur, penguatan juga dilakukan melalui digitalisasi pembelajaran dan peningkatan kapasitas pendidik.

Pemerintah menyiapkan 288.186 unit Papan Interaktif Digital serta pengembangan laboratorium virtual. 

Di sisi lain, peningkatan kompetensi guru didorong lewat program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang membuka kesempatan bagi 150.000 guru untuk menyelesaikan pendidikan S1 dengan dukungan beasiswa.

Mendikdasmen menambahkan, revitalisasi juga menyentuh kualitas proses belajar di kelas melalui penguatan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau deep learning.

Pendekatan ini menekankan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui integrasi olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga.

Dalam aspek kesejahteraan dan pembentukan karakter murid, sekolah penerima revitalisasi juga memperoleh manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program ini tidak hanya ditujukan untuk pemenuhan gizi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran karakter, seperti menanamkan disiplin, budaya antre, kebersamaan, dan rasa syukur.

Bupati Karanganyar Robert Christanto menyampaikan apresiasi atas perhatian Kemendikdasmen terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah.

Ia menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pembentukan karakter murid melalui program revitalisasi.

Kegiatan peresmian turut dihadiri anggota Komisi X DPR RI Juliatmono yang menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah serta komitmen untuk mengawal aspirasi pendidikan di tingkat nasional.

Menutup arahannya, Menteri Mu’ti menegaskan perlunya layanan pendidikan yang semakin responsif serta prosedur yang lebih sederhana dan efektif.

Program revitalisasi ini diharapkan menjadi momentum bagi guru dan kepala sekolah untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran dan layanan pendidikan bagi seluruh murid. (*)