Mahasiswa Kehutanan Unilak Raih Pendanaan Nasional P2MW 2026 Lewat Inovasi Daur Ulang Tutup Botol Plastik
Tim mahasiswa Program Studi Kehutanan Universitas Lancang Kuning (Unilak) berhasil lolos seleksi dan memperoleh pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026. Mereka mengembangkan CapCycle, inovasi yang mengubah limbah tutup botol plastik menjadi produk kreatif bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.
RINGKASAN BERITA:
- Tim mahasiswa Kehutanan Unilak berhasil memperoleh pendanaan nasional Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.
- Inovasi CapCycle mengubah limbah tutup botol plastik menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.
- Program ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi mahasiswa dan dosen dalam menciptakan solusi nyata terhadap persoalan sampah plastik yang menjadi isu global.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Inovasi pengelolaan limbah plastik yang dikembangkan mahasiswa Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Sains Universitas Lancang Kuning (Unilak) berhasil menembus program pendanaan nasional.
Tim mahasiswa tersebut dinyatakan lolos dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kemendikbudristek Tahun 2026.
Tim yang terdiri dari Juwita Putri Mawarni sebagai ketua, bersama Neneng Sutilawati, Evelyn Joice Angelica Hasibuan, dan Bunga Intan Indah P mengangkat gagasan usaha bertajuk “CapCycle: Transformasi Limbah Tutup Botol Plastik Menjadi Produk Kreatif dan Berkelanjutan”.
Melalui program tersebut, para mahasiswa berupaya mengolah limbah tutup botol plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi, sekaligus mendukung upaya pengurangan sampah plastik yang menjadi tantangan lingkungan saat ini.
Kegiatan tersebut mendapat pendampingan dari Wakil Dekan III Fakultas Kehutanan dan Sains Unilak, Assoc Profesor Dr. Dodi Sukma R.A., S.Hut., M.Si.
Menurutnya, keberhasilan tim CapCycle menjadi bukti kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.
Dr Dodi mengapresiasi kerja keras tim CapCycle dari Prodi Kehutanan UNILAK yang berhasil lolos P2MW 2026.
Inovasi ini, katanya, sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan persoalan limbah plastik.
"Kami berharap produk yang dihasilkan tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pengurangan sampah plastik dan peningkatan kesadaran lingkungan,” ujar Dr Dodi.
Ia menjelaskan bahwa persoalan sampah plastik saat ini telah menjadi isu global yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi.
Karena itu, kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dinilai penting untuk melahirkan riset serta inovasi yang mampu memberikan solusi terhadap persoalan tersebut.
Menurut Dodi, penanganan limbah plastik memang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
Namun, berbagai langkah inovatif yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menjadi kontribusi nyata dalam mengurangi dampak pencemaran lingkungan.
Keberhasilan tim CapCycle juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kreativitas dan inovasi, khususnya dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan dan kebutuhan masyarakat.
Selain memberikan peluang pengembangan usaha mahasiswa, program ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi berbasis keberlanjutan dapat menjadi solusi yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa manfaat sosial dan lingkungan yang lebih luas. (*)