BRIN Ungkap Kompleksitas Hujan Tropis, Kembangan Radar untuk Akurasi Prediksi Cuaca
BRIN melalui PRIMA mengembangkan riset berbasis radar dan satelit untuk memahami hujan tropis yang kompleks, guna meningkatkan akurasi prediksi cuaca dan mitigasi bencana.
RINGKASAN BERITA:
- Radar darat dikombinasikan dengan satelit untuk meningkatkan akurasi analisis hujan.
- Struktur hujan tropis Indonesia dinilai sangat kompleks dan menantang secara ilmiah.
- Riset diarahkan untuk mendukung mitigasi bencana hidrometeorologi di Indonesia.
RIAUCERDAS.COM, BANDUNG - Upaya meningkatkan akurasi prediksi cuaca ekstrem di Indonesia terus diperkuat melalui riset berbasis teknologi mutakhir. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap bahwa pemahaman hujan tropis membutuhkan pendekatan yang lebih kompleks, tidak cukup hanya mengandalkan data satelit.
Melalui Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA), BRIN memanfaatkan integrasi data radar dan satelit untuk mengkaji dinamika hujan di wilayah tropis Indonesia.
Peneliti Ahli Madya PRIMA BRIN, Wendy Harjupa, menjelaskan bahwa sistem presipitasi di wilayah kepulauan tropis seperti Indonesia memiliki struktur yang sangat kompleks.
“Sistem presipitasi tropis memiliki tantangan ilmiah yang signifikan karena strukturnya yang kompleks. Tanpa data radar yang presisi, kita akan kesulitan memahami interaksi fisik di balik fenomena hujan yang terjadi di wilayah Indonesia,” ungkapnya dikutip dari laman BRIN, Sabtu (4/4/2026)
Riset yang dipresentasikan mengkaji dinamika hujan panas (warm rain) serta variasi mikrofisika awan selama musim monsun dingin di wilayah Jawa Barat, baik di daratan maupun lautan.
Dalam penelitian tersebut, Wendy mengombinasikan observasi lapangan dengan teknologi radar darat untuk melengkapi data satelit yang selama ini menjadi rujukan utama. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan gambaran lebih rinci terkait karakteristik butiran hujan dan proses pembentukan awan.
Melalui integrasi tersebut, peneliti dapat memahami pola hujan secara lebih akurat, termasuk potensi perubahan di masa mendatang. Hal ini menjadi penting dalam meningkatkan kemampuan prediksi cuaca ekstrem di Indonesia.
Riset ini juga melibatkan kerja sama internasional dengan Nagoya University, yang diharapkan dapat memperkuat kualitas pemodelan cuaca berbasis data ilmiah.
Selain menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi, penelitian ini diarahkan untuk memberikan dampak nyata dalam mitigasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan cuaca ekstrem yang kerap terjadi di Indonesia.
Dengan pengembangan teknologi observasi yang lebih presisi, BRIN berharap hasil riset ini dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan strategi yang lebih efektif dalam melindungi masyarakat dari risiko bencana akibat perubahan pola cuaca. (*)


