Pascabencana Aceh Tamiang, Mendikdasmen Pastikan Hak Belajar Murid Tetap Terpenuhi

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan komitmen negara menjaga keberlangsungan pendidikan pascabencana dengan memulai semester genap melalui upacara bendera di SMAN 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, serta menyalurkan bantuan dan penguatan psikososial bagi murid terdampak.

Pascabencana Aceh Tamiang, Mendikdasmen Pastikan Hak Belajar Murid Tetap Terpenuhi
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengikuti upacara bendera di SMAN 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang pada Senin (5/1/2026) saat hari pertama pembelajaran semester genap. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA : 

  • Mendikdasmen memulai semester genap di Aceh Tamiang sebagai simbol pemulihan pendidikan pascabencana.
  • Pemerintah menyalurkan bantuan school kit, dukungan psikososial, dan revitalisasi sekolah terdampak.
  • Pembelajaran pascabencana dilakukan secara adaptif, fleksibel, dan berorientasi pada keselamatan serta pemulihan murid.

RIAUCERDAS.COM, ACEH TAMIANG - Di tengah proses pemulihan pascabencana, hak belajar murid tetap menjadi prioritas negara.

Hal ini ditunjukkan melalui kehadiran langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, pada hari pertama masuk semester genap tahun pelajaran 2025/2026 di SMAN 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026).

Pelaksanaan upacara bendera pada hari pertama sekolah tersebut menjadi simbol dimulainya kembali aktivitas belajar-mengajar secara bertahap di wilayah terdampak bencana.

Dalam amanatnya sebagai pembina upacara, Mendikdasmen menekankan bahwa hari pertama sekolah merupakan momentum penting untuk membangkitkan semangat, optimisme, dan ketangguhan murid.

“Musibah menempa kita menjadi pribadi yang lebih kuat, tabah, dan kreatif,” ujar Abdul Mu’ti di hadapan murid dan guru.

Ia menegaskan bahwa kehilangan akibat bencana tidak boleh menghapus cita-cita dan harapan murid sebagai generasi penerus bangsa.

Menurutnya, pendidikan harus terus berjalan dalam kondisi apa pun, meskipun sarana dan prasarana belum sepenuhnya pulih.

“Anak-anak adalah harapan Indonesia masa depan. Jangan pernah berhenti bercita-cita dan jangan kehilangan semangat. Keterbatasan tidak boleh mematahkan tekad untuk terus belajar,” tuturnya.

Mendikdasmen juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, para guru, tenaga kependidikan, serta masyarakat yang telah bergotong royong memastikan pembelajaran kembali berlangsung di tengah proses pemulihan.

Sebagai bagian dari pemulihan pendidikan, Kemendikdasmen memprioritaskan percepatan perbaikan sarana dan prasarana sekolah terdampak bencana, termasuk ruang kelas, meja, dan kursi.

Pemerintah juga memastikan alokasi anggaran revitalisasi berkelanjutan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026.

“Pemulihan pendidikan bukan hanya membuka kembali sekolah, tetapi memastikan anak-anak belajar dengan semangat dan optimisme. Pemerintah akan terus hadir agar pendidikan tetap menjadi jalan utama menuju masa depan yang lebih baik,” tegas Mendikdasmen.

Usai upacara, Abdul Mu’ti menyapa sejumlah satuan pendidikan terdampak bencana di Provinsi Sumatra Utara dan Sumatra Barat secara daring, sekaligus berdialog dengan kepala sekolah, guru, dan murid untuk memastikan kesiapan pembelajaran.

Ia juga meninjau ruang kelas SMAN 4 Kejuruan Muda dan berdialog langsung dengan murid guna memberikan penguatan psikososial pascabanjir bandang.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Mendikdasmen secara simbolis menyerahkan sekitar 2.000 paket school kit berupa tas, alat tulis, dan seragam, serta voucher bantuan tunai untuk membantu pembersihan sisa material banjir di sekolah-sekolah wilayah Aceh Tamiang dan Kota Langsa. (*)