251 Kecelakaan Warnai Operasi Ketupat 2026, Polri Prediksi Puncak Arus Balik 24 dan 28–29 Maret

Polri mencatat ratusan kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat 2026. Di tengah arus yang mulai normal, puncak arus balik diprediksi terjadi dalam dua gelombang.

251 Kecelakaan Warnai Operasi Ketupat 2026, Polri Prediksi Puncak Arus Balik 24 dan 28–29 Maret
Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala. (Sumber: Humas Polri)

RINGKASAN BERITA:

  • Polri mencatat 251 kecelakaan dengan 17 korban meninggal dalam Operasi Ketupat 2026.
  • Puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24 Maret dan 28–29 Maret 2026.
  • Rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Lonjakan kecelakaan lalu lintas menjadi sorotan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, meski arus kendaraan di sejumlah jalur utama mulai kembali normal.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencatat ratusan insiden dalam satu hari, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran.

Berdasarkan laporan Satgas Humas Operasi Ketupat 2026 pada hari ke-11, tercatat 251 kejadian kecelakaan dalam rentang Minggu (22/3/2026) pukul 18.00 WIB hingga Senin (23/3/2026) pukul 06.00 WIB.

Dari jumlah tersebut, 17 orang meninggal dunia, 28 orang mengalami luka berat, dan 48 orang luka ringan, dengan total kerugian materiil mencapai lebih dari Rp314 juta.

Selain kecelakaan, penegakan hukum lalu lintas juga dilakukan dengan mencatat 11 pelanggaran, terdiri dari 5 pelanggaran melalui sistem ETLE dan 6 pelanggaran non-ETLE, serta 5 teguran kepada pengguna jalan.

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala, mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan keselamatan selama berkendara.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati di jalan, memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, serta mematuhi seluruh peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Marupa Sagala.

Sementara itu, data volume kendaraan menunjukkan peningkatan signifikan pada arus keluar Jakarta.

Pada Minggu (22/3/2026), sebanyak 168.159 kendaraan tercatat meninggalkan ibu kota melalui empat gerbang tol utama, naik 65,79 persen dibandingkan kondisi normal dan meningkat 2,06 persen dibandingkan Lebaran 2025.

Sebaliknya, jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta mencapai 122.994 unit, turun 3,66 persen dibandingkan kondisi normal, namun meningkat 3,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Polri menyebut arus lalu lintas saat ini mulai melandai dan telah kembali normal di kedua arah, seiring dihentikannya rekayasa lalu lintas sistem one way berdasarkan evaluasi kondisi lapangan secara real time.

Namun, peningkatan arus balik mulai terlihat secara bertahap.

Polri memprediksi puncaknya akan terjadi dalam dua periode, yakni pada 24 Maret serta 28–29 Maret 2026.

“Arus balik sudah mulai terlihat dengan peningkatan volume kendaraan secara bertahap. Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan kebijakan yang ada agar perjalanan dapat dilakukan secara bertahap,” terangnya.

Sebagai langkah antisipasi, Polri bersama pemangku kepentingan akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional, seperti contraflow dan one way, baik lokal maupun nasional.

Penerapan one way nasional direncanakan dimulai 24 Maret 2026 dari KM 414 hingga KM 70.

Pengguna jalan juga disarankan memanfaatkan jalur alternatif, termasuk ruas Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, yang pada segmen tertentu dapat digunakan tanpa biaya selama periode operasi.

Dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik, Polri mengoptimalkan pemantauan melalui CCTV dan sistem traffic counting secara real time, serta memperkuat koordinasi lintas sektor bersama Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan Jasa Raharja.

Pengamanan juga dilakukan di berbagai titik strategis, seperti tempat wisata, terminal, pelabuhan, bandara, stasiun, pusat perbelanjaan, serta jalur arteri dan tol.

Data transportasi umum menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat, dengan 871 trip kapal mengangkut 223.317 penumpang di 36 pelabuhan.

Moda kereta api mencatat 2.922 perjalanan dengan 1.521.787 penumpang, sementara transportasi udara melayani 1.565 penerbangan dengan total 179.549 penumpang.

Polri turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berwisata dan berkendara dalam kondisi lelah.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri saat lelah, memanfaatkan rest area dengan bijak, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum perjalanan,” tutup Sagala. (*)