BMKG Catat 6 Titik Panas di Riau, Warga Diminta Waspadai Karhutla Meski Berpotensi Hujan

BMKG Pekanbaru mendeteksi enam titik panas di Provinsi Riau di tengah prakiraan hujan yang masih berpeluang terjadi pada sejumlah wilayah, Minggu (31/5/2026). Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan serta potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

BMKG Catat 6 Titik Panas di Riau, Warga Diminta Waspadai Karhutla Meski Berpotensi Hujan
Ilustrasi

RINGKASAN BERITA: 

  • BMKG mendeteksi enam titik panas di Riau, dengan empat titik berada di Kabupaten Rokan Hilir.
  • Sejumlah wilayah Riau masih berpotensi diguyur hujan, termasuk hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
  • Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran terbuka guna mencegah risiko kebakaran hutan dan lahan.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mengingatkan masyarakat Riau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah terdeteksi enam titik panas di sejumlah wilayah provinsi tersebut.

Peringatan ini disampaikan meskipun sebagian daerah masih berpotensi diguyur hujan sepanjang Minggu (31/5/2026).

Berdasarkan data pembaruan BMKG hingga pukul 23.00 WIB, enam hotspot terpantau tersebar di tiga kabupaten. 

Kabupaten Rokan Hilir menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni empat titik.

Sementara Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Indragiri Hulu masing-masing tercatat satu titik panas.

“Di wilayah Riau terpantau enam hotspot yang tersebar di Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu dan Indragiri Hulu,” terang Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Indah DN.

Secara regional, jumlah titik panas di Pulau Sumatera mencapai 620 titik.

Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak sebanyak 347 titik, diikuti Sumatera Utara 67 titik, Sumatera Barat 58 titik, Sumatera Selatan 56 titik, Bangka Belitung 39 titik, Jambi 26 titik, Bengkulu 18 titik, dan Lampung tiga titik.

Di sisi lain, BMKG memprakirakan hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Riau mulai siang hingga dini hari.

Pada pagi hari, kondisi cuaca umumnya berkisar antara udara kabur hingga cerah berawan. 

Berdasarkan pengamatan radar cuaca, hujan ringan hingga sedang terpantau terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Indragiri Hilir.

“Berdasarkan pengamatan citra radar cuaca BMKG terpantau hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Indragiri Hilir,” ungkap Indah.

Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan diprakirakan turun secara lokal di Kabupaten Kampar, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, dan Kepulauan Meranti.

Pada malam hari, peluang hujan ringan masih berlanjut di wilayah Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, serta Kepulauan Meranti.

Sementara saat dini hari, hujan diperkirakan terjadi di Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Kondisi tersebut diprakirakan terjadi pada malam hingga dini hari di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Kuantan Singingi, Pelalawan, dan Kepulauan Meranti.

Selain itu, suhu udara di Riau diperkirakan berkisar antara 23 hingga 35 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 55 sampai 99 persen.

Angin bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah sehingga relatif aman untuk aktivitas pelayaran skala kecil.

Meski jumlah titik panas di Riau masih lebih rendah dibandingkan sejumlah provinsi lain di Sumatera, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

Kewaspadaan dinilai penting, terutama di wilayah yang telah terdeteksi memiliki hotspot(*)