100 Pelajar Dumai Resmi Jadi Relawan Kebersihan Sekolah, Sampah Plastik Bisa Jadi Tabungan

Pemerintah Kota Dumai membentuk 100 relawan kebersihan sekolah dari 50 SD dan SMP. Program ini tidak hanya mengajarkan budaya memilah sampah sejak dini, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui kerja sama dengan bank sampah yang membeli hasil pengumpulan sampah plastik para siswa.

100 Pelajar Dumai Resmi Jadi Relawan Kebersihan Sekolah, Sampah Plastik Bisa Jadi Tabungan
Wali Kota Dumai, Paisal menyerahkan Surat Keputusan (SK), rompi, buku tabungan, dan bantuan tempat sampah kepada Relawan Kebersihan Sekolah yang dilakukan di SMP Santo Tarcisius, Senin (25/5/2026). (Sumber: Diskominfotiksan Dumai)

RINGKASAN BERITA:

  • Sebanyak 100 pelajar dari 50 SD dan SMP di Dumai ditunjuk sebagai relawan kebersihan sekolah.
  • Sampah plastik yang dikumpulkan siswa akan dibeli oleh bank sampah dan hasilnya masuk ke tabungan relawan.
  • Program ini dirancang untuk membangun budaya memilah sampah sejak dini sekaligus menciptakan sekolah yang bersih dan ramah lingkungan.

RIAUCERDAS.COM, DUMAI - Sebanyak 100 pelajar dari 50 sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kota Dumai resmi ditunjuk sebagai relawan kebersihan sekolah.

Program yang digagas Pemerintah Kota (Pemko) Dumai itu menggabungkan edukasi lingkungan dengan pengelolaan sampah bernilai ekonomi melalui sistem tabungan.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) relawan, rompi, buku tabungan, dan bantuan tempat sampah dilakukan langsung oleh Wali Kota Dumai, Paisal di SMP Santo Tarcisius, Senin (25/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Paisal didampingi Asisten II Yusmanidar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dumai, Yuda Pratama, serta Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ali.

Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan siswa dari masing-masing sekolah.

Melalui program tersebut, para relawan bertugas mengumpulkan sampah plastik di lingkungan sekolah menggunakan keranjang sampah yang telah disediakan.

Sampah yang terkumpul selanjutnya akan dibeli oleh bank sampah binaan Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai.

Menurut Paisal, keberadaan relawan kebersihan sekolah diharapkan menjadi ujung tombak dalam menanamkan kebiasaan memilah sampah di kalangan pelajar.

Ia menilai para siswa yang terlibat dapat berperan sebagai agen perubahan yang membantu menyebarluaskan kesadaran lingkungan, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal mereka.

"Tabungan ini nantinya akan bisa bertambah apabila kalian bisa memberikan imbauan yang baik dan ini salah satu cara kita untuk menjaga lingkungan," ujar Wali Kota.

Paisal juga mengingatkan para relawan untuk mengampanyekan budaya membuang dan memilah sampah secara santun serta memberikan contoh positif kepada teman-teman mereka.

"Saya yakin para relawan akan menjadi anak-anak terbaik dalam mengkampanyekan budaya memilah sampah," tuturnya.

Pemko Dumai berharap program tersebut mampu membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah sekaligus menciptakan budaya bersih dan sehat di lingkungan pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dumai, Yuda Pratama, mengatakan program relawan kebersihan sekolah menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang peduli terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan.

Menurutnya, pihaknya siap menampung sampah plastik yang berhasil dikumpulkan oleh sekolah-sekolah peserta program melalui mekanisme bank sampah yang telah disiapkan.

"Kami siap menampung sampah plastik yang dikumpulkan setiap sekolah. Yang terpenting setiap relawan wajib memberikan pemahaman kepada kawan-kawannya untuk mulai dari lingkungan sekolah hingga ke rumah memilah sampah," tutur Yuda.

Program relawan kebersihan sekolah tersebut menjadi salah satu upaya Pemko Dumai untuk memperkuat pendidikan lingkungan hidup sekaligus mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan melalui partisipasi aktif pelajar. (Infotorial)