UIN Suska Riau Perkuat Tata Kelola Inklusif Lewat Workshop Penganggaran Berbasis GEDSI

UIN Sultan Syarif Kasim Riau menggelar Workshop Penganggaran Berbasis Gender Equality, Disability and Social Inclusion (GEDSI) untuk meningkatkan kapasitas sivitas akademika dalam menyusun program dan anggaran yang lebih adil, inklusif, serta responsif terhadap kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial.

UIN Suska Riau Perkuat Tata Kelola Inklusif Lewat Workshop Penganggaran Berbasis GEDSI
UIN Suska Riau menggelar workshop untuk memperkuat penyusunan program dan anggaran berbasis prinsip GEDSI pada Rabu (15/72026). (Sumber: UIN Suska Riau)

RINGKASAN BERITA:

  • UIN Suska Riau menggelar workshop untuk memperkuat penyusunan program dan anggaran berbasis prinsip GEDSI.
  • Materi menekankan pentingnya memastikan seluruh kelompok memperoleh akses, partisipasi, dan manfaat yang setara dari setiap program.
  • Peserta berdiskusi mengenai strategi mengintegrasikan prinsip GEDSI ke dalam penelitian, pengabdian masyarakat, dan tata kelola kampus.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau memperkuat komitmennya dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang inklusif melalui penyelenggaraan Workshop Penganggaran Berbasis Gender Equality, Disability and Social Inclusion (GEDSI).

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan sivitas akademika dalam mengintegrasikan prinsip kesetaraan gender, aksesibilitas penyandang disabilitas, dan inklusi sosial ke dalam perencanaan serta penganggaran program.

Workshop yang digelar pada Rabu (15/7/2026) di Ruang Rapat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Suska Riau tersebut diselenggarakan oleh LPPM melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA).

Kegiatan menghadirkan Dr. Elfa Murdiana, S.H., M.Hum., dosen UIN Jurai Siwo Metro Lampung sekaligus Aliansi PATRIPG, sebagai narasumber.

Workshop turut dihadiri Ketua LPPM UIN Suska Riau, Dr. H. Jamaluddin, M.Us., Kepala PSGA UIN Suska Riau, Dr. Nurhasanah Bakhtiar, M.Ag., serta dosen, tenaga kependidikan, dan peserta lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua LPPM UIN Suska Riau, Dr. H. Jamaluddin, M.Us., menegaskan bahwa penguatan kapasitas dalam penyusunan program dan anggaran berbasis GEDSI menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Menurutnya, setiap kebijakan maupun program yang dirancang perlu memberikan manfaat yang setara bagi seluruh kelompok masyarakat tanpa membedakan gender, kondisi disabilitas, maupun latar belakang sosial.

Ia juga menegaskan komitmen UIN Suska Riau dalam membangun budaya akademik yang menghargai keberagaman serta membuka ruang partisipasi yang sama bagi seluruh sivitas akademika.

Salah satu bentuk implementasi komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan workshop penguatan kapasitas ini.

Sementara itu, Dr. Elfa Murdiana menjelaskan bahwa konsep Gender Equality, Disability and Social Inclusion (GEDSI) tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan aspek administratif dalam penyusunan anggaran.

Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan memastikan seluruh kelompok masyarakat memperoleh akses, kesempatan, partisipasi, dan manfaat yang setara dari setiap program yang dijalankan.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan penyusunan anggaran berbasis GEDSI perlu diawali dengan identifikasi kebutuhan kelompok sasaran, analisis kesenjangan yang ada, hingga penyusunan indikator keberhasilan yang mampu mengukur dampak program secara nyata.

Dengan pendekatan tersebut, anggaran tidak hanya efektif dari sisi pemanfaatan sumber daya, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat yang lebih luas dan berkeadilan.

Workshop berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab.

Peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbagi pengalaman, menyampaikan tantangan yang dihadapi di unit kerja masing-masing, serta mendiskusikan strategi penerapan prinsip-prinsip GEDSI dalam perencanaan program, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola kelembagaan.

Melalui kegiatan ini, LPPM dan PSGA UIN Suska Riau berharap pemahaman serta kompetensi peserta dalam menyusun program yang responsif terhadap isu kesetaraan gender, aksesibilitas penyandang disabilitas, dan inklusi sosial dapat semakin meningkat.

Penerapan prinsip-prinsip GEDSI diyakini mampu memperkuat kualitas kebijakan dan pelayanan di lingkungan UIN Suska Riau sehingga tercipta lingkungan akademik yang lebih terbuka, ramah, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh sivitas akademika.

LPPM bersama PSGA UIN Suska Riau juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terwujudnya tata kelola perguruan tinggi yang inklusif dan berkeadilan.

Sejalan dengan semangat "Maju dengan Inovasi, Unggul dengan Aksi", hasil workshop diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip GEDSI pada setiap tahapan perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program di lingkungan kampus. (*)