Satgas Pantas Riau Gandeng FK-PKBM, Salurkan Anak Putus Sekolah ke Jalur Pendidikan Nonformal
Satgas Pantas Riau memperkuat langkah percepatan pengentasan anak putus sekolah melalui kolaborasi dengan FK-PKBM. Kerja sama ini membuka akses pendidikan nonformal yang lebih luas, khususnya bagi anak-anak dengan keterbatasan fisik.
RINGKASAN BERITA :
- Satgas Pantas Riau menandatangani MoU dengan FK-PKBM provinsi dan Kota Pekanbaru.
- Kerja sama fokus menyalurkan anak putus sekolah ke Paket A, B, dan C.
- Tahun 2026, 18 anak berkebutuhan khusus terdata, satu sudah disalurkan ke SLB.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Upaya menekan angka anak putus sekolah di Provinsi Riau terus diperkuat Satuan Tugas (Satgas) Pantas Riau melalui kolaborasi lintas lembaga.
Terbaru, Satgas Pantas menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM) tingkat provinsi dan Kota Pekanbaru.
Penandatanganan MoU dilakukan Ketua Satgas Pantas Riau, Drs. H. Pahmijan, M.Pd., bersama Ketua DPW FK-PKBM Riau Dafrizal dan Ketua DPD FK-PKBM Pekanbaru Rudi Hendri.
Kegiatan tersebut disaksikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman, serta Sekretaris Satgas Pantas Riau Dedy Sepriwandi, M.Pd.
Pahmijan menjelaskan, salah satu poin utama kerja sama adalah penyaluran anak-anak putus sekolah ke jalur pendidikan nonformal melalui program Paket A, B, dan C.
“MoU ini ditujukan untuk mempercepat pengentasan anak putus sekolah di Riau, khususnya melalui pendidikan nonformal yang lebih fleksibel,” ujar Pahmijan, Selasa (13/1/2026).
Ia mengungkapkan, pada tahun 2026 pihaknya mencatat terdapat 18 anak putus sekolah yang telah terdata.
Seluruhnya merupakan anak dengan keterbatasan fisik. Dari jumlah tersebut, satu orang telah berhasil disalurkan ke SLB Sri Mujinab Pekanbaru.
“Alhamdulillah, hari ini sudah ada satu anak yang kami salurkan ke SLB Sri Mujinab. Harapan kami kesempatan belajar ini dapat bermanfaat bagi pribadi siswa dan keluarganya,” ungkapnya.
Sementara itu, penyaluran anak-anak lainnya masih menunggu proses lanjutan.
Satgas Pantas Riau saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Baznas Riau, terkait dukungan pembiayaan pendidikan.
“Melalui program Pantas yang kami gagas sejak 2022, kami berharap bisa membantu pemerintah menuntaskan persoalan anak putus sekolah di Riau, baik jalur formal maupun nonformal,” jelas Pahmijan.
Ia menambahkan, selama ini Satgas Pantas aktif menjalin kerja sama dengan dinas dan lembaga di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk memperoleh data valid anak putus sekolah.
Selain itu, tim juga turun langsung ke lapangan menemui keluarga anak terdampak.
“Pendekatan langsung ke keluarga sangat penting agar anak-anak ini kembali memiliki semangat dan kesempatan untuk bersekolah,” tambahnya.
Dalam mendukung program tersebut, Satgas Pantas Riau juga menggandeng Baznas Provinsi Riau serta Baznas kabupaten/kota, khususnya dalam hal dukungan pembiayaan dan bantuan pendidikan.
Pahmijan optimistis, melalui sinergi lintas lembaga, upaya pengentasan anak putus sekolah di Riau dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan tepat sasaran.(*)