BNPB Percepat Huntara dan Sekolah Darurat di Aceh Timur, Target Rampung Sebelum Ramadan

BNPB memastikan percepatan pemulihan pascabencana di Aceh Timur dengan fokus pada sekolah, hunian sementara, dan kebutuhan dasar warga agar aktivitas sosial dan pendidikan kembali normal.

BNPB Percepat Huntara dan Sekolah Darurat di Aceh Timur, Target Rampung Sebelum Ramadan
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (rompi hijau) berinteraksi dengan siswa SDN Blang Seunong di Desa Meunasah, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, Kamis (29/1/2026) (Sumber: BNPB).

RINGKASAN BERITA:

  • Kepala BNPB turun langsung mengecek sekolah terdampak lumpur dan hunian sementara warga.
  • Sebanyak 102 unit hunian sementara sudah diserahkan, dari total 1.451 unit yang direncanakan.
  • Dana Tunggu Hunian disalurkan untuk menjaga keberlangsungan hidup warga hingga rumah tetap selesai.

RIAUCERDAS.COM, ACEH TIMUR - Pemerintah pusat mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Timur.

Hal ini ditegaskan melalui kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto ke sejumlah lokasi terdampak, Kamis (29/1/2026).

Dalam kapasitasnya sebagai Kepala BNPB sekaligus Wakil Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Suharyanto memastikan bahwa pemulihan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga menyentuh kebutuhan riil masyarakat terdampak.

Salah satu lokasi yang ditinjau adalah SD Negeri Blang Senong di Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Pante Bidari.

Sekolah tersebut sebelumnya terdampak genangan lumpur akibat tingginya curah hujan dan keterbatasan sistem aliran permukaan.

Di lokasi tersebut, Suharyanto memastikan proses pembersihan dan pemeriksaan struktur bangunan telah dilakukan untuk menjamin keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Ia menegaskan bahwa pemulihan fasilitas pendidikan menjadi prioritas karena sekolah berperan sebagai ruang aman dan pusat pemulihan sosial bagi anak-anak.

Meski gedung sekolah masih dalam tahap pembersihan oleh personel TNI, kegiatan belajar mengajar sudah kembali berlangsung dengan memanfaatkan tenda darurat.

Kepala BNPB juga menyempatkan diri menyapa para siswa serta memberikan bantuan berupa makanan ringan, susu, dan perlengkapan sekolah.

BNPB bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta kementerian terkait berkomitmen mempercepat perbaikan gedung sekolah agar proses pembelajaran dapat kembali berjalan normal.

“Sekolahnya memang masih rusak, tapi belajar sudah berjalan. Nanti Kementerian Pekerjaan Umum dibantu TNI akan membersihkan sisa lumpur dan puing, kemudian Kemendikdasmen memperbaiki bangunan yang rusak,” ujar Suharyanto.

Agenda kunjungan dilanjutkan ke Desa Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, untuk menyerahkan secara simbolis kunci hunian sementara (huntara) serta Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada warga terdampak.

Di wilayah tersebut direncanakan pembangunan 1.451 unit huntara secara in situ.

Hingga saat ini, 102 unit telah selesai dibangun dan diserahkan kepada warga, sementara sisanya masih dalam proses dan ditargetkan rampung sebelum Ramadan 2026.

Hunian sementara dirancang sebagai solusi transisi dengan prinsip aman bencana, menggunakan konstruksi sederhana namun kokoh, serta dilengkapi akses air bersih dan sanitasi.

“Masyarakat di sini lebih memilih huntara di lokasi awal tempat tinggal mereka. Itu diperbolehkan, dan hari ini 102 unit sudah kita serahkan,” kata Suharyanto.

Selain huntara, BNPB juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian sebagai alternatif bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah kerabat atau menyewa tempat tinggal.

Hingga saat ini, sebanyak 294 rekening telah menerima DTH sebesar Rp1,8 juta dari total 400 pemohon yang ditetapkan melalui keputusan Bupati Aceh Timur.

DTH diberikan hingga hunian tetap selesai dibangun dan siap ditempati. Jika pembangunan belum rampung, bantuan tersebut dapat diperpanjang.

Rangkaian kunjungan di Aceh Timur ditutup dengan agenda lanjutan ke Kabupaten Aceh Utara untuk meninjau pembangunan jembatan di Desa Sawang yang sebelumnya terputus akibat banjir, serta memantau progres pembangunan hunian sementara agar dapat diselesaikan sebelum Ramadan.

Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan terukur, aman, dan mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat terdampak. (*)