Gandeng Prancis, Kemdiktisaintek Ingin Perkuat Ekosistem AI
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memperkuat kolaborasi internasional dengan Pemerintah Prancis dan Paris-Saclay University untuk mempercepat pengembangan kecerdasan artifisial (AI) di sektor pendidikan tinggi, riset, dan inovasi nasional.
RINGKASAN BERITA:
- Kemdiktisaintek menggelar pertemuan strategis dengan Pemerintah Prancis dan Paris-Saclay University.
- AI diposisikan sebagai solusi strategis untuk menjawab tantangan nasional lintas sektor.
- Kerja sama diarahkan pada penguatan talenta, riset, inovasi, dan jejaring global.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mempercepat pengembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) di Indonesia melalui penguatan kolaborasi internasional bersama Pemerintah Prancis dan kalangan akademisi global.
Langkah strategis itu dibahas dalam pertemuan antara Kemdiktisaintek dengan perwakilan Pemerintah Prancis serta akademisi dari Paris-Saclay University di kantor Kemdiktisaintek, Senin (27/4/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan akademik dan dialog yang dilakukan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Kemdiktisaintek menilai kerja sama global penting untuk mempercepat penguatan kapasitas riset, pengembangan talenta, dan pertukaran pengetahuan di bidang teknologi strategis, khususnya AI.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menekankan pentingnya memperkuat fondasi keilmuan seperti matematika, komputasi, dan pengembangan algoritma sebagai basis utama kemajuan AI.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong penguatan kebijakan pendidikan tinggi dan beasiswa agar lebih terintegrasi dengan kebutuhan riset nasional serta berorientasi pada penyelesaian masalah nyata di masyarakat.
Kemdiktisaintek menegaskan pengembangan AI di Indonesia tidak hanya dipandang sebagai kemajuan teknologi semata, tetapi sebagai instrumen strategis untuk menjawab berbagai tantangan nasional di banyak sektor.
Pendekatan tersebut menempatkan AI sebagai penggerak solusi yang terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan dan mendorong kolaborasi lintas disiplin ilmu.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini dan berharap dapat menjadi fondasi yang kuat. Dengan pengembangan AI yang kokoh, kami optimistis berbagai sektor akan semakin berkembang dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa,” kata Menteri Brian.
Lebih lanjut, Kemdiktisaintek mendorong penguatan ekosistem AI yang meliputi aspek pendidikan, riset, inovasi, serta dukungan kebijakan yang selaras antar sektor.
Kolaborasi dengan mitra internasional dinilai menjadi kunci untuk mempercepat pengembangan teknologi yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan nasional.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat memperluas kerja sama melalui berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi, termasuk penguatan jejaring antarperguruan tinggi dan pengembangan talenta global.
Inisiatif ini diharapkan membuka peluang kontribusi Indonesia dalam ekosistem teknologi global sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan AI yang berdampak.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Kemdiktisaintek dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi dan riset yang berorientasi pada solusi nyata serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global melalui pemanfaatan sains dan teknologi. (*)


