Umri dan RS Ibnu Sina Jajaki Kerja Sama Layanan Kesehatan Syariah dan Sistem Rujukan Pasien

Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) dan RS Ibnu Sina Pekanbaru memulai penjajakan kerja sama strategis untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis syariah di Riau. Selain penguatan nilai-nilai Islam dalam pelayanan, kolaborasi ini juga mencakup rencana sistem rujukan pasien dari Klinik Umri ke RS Ibnu Sina.

Umri dan RS Ibnu Sina Jajaki Kerja Sama Layanan Kesehatan Syariah dan Sistem Rujukan Pasien
Ketua BPH Umri didampingi Rektor Umri saat menerima manajemen Rumah Sakit Ibnu Sina Pekanbaru Rabu (31/12/2025) kemarin. (Sumber: Humas Umri)

RINGKASAN BERITA : 

  • Rektor Umri menekankan pentingnya transisi rumah sakit Islam menuju rumah sakit syariah yang mengimplementasikan prinsip Islam secara utuh.
  • ​Penjajakan kerja sama mencakup sistem rujukan pasien dari Klinik Umri ke RS Ibnu Sina untuk penanganan medis lanjutan.
  • ​Umri mengungkapkan rencana pembangunan Rumah Sakit Pendidikan berbasis syariah di masa depan sebagai bagian dari pengembangan mutu layanan kesehatan umat.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) dan RS Ibnu Sina Pekanbaru resmi menjajaki kerja sama strategis guna memperkuat ekosistem layanan kesehatan berbasis syariah di Provinsi Riau.

Pertemuan silaturrahim yang berlangsung pada Rabu (31/12/2025) ini fokus pada penguatan nilai-nilai Islam dalam pelayanan medis dan pengembangan sistem rujukan pasien.

​Rektor Umri, Dr. H. Saidul Amin, MA., menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung pengembangan rumah sakit Islam, termasuk yang berada di bawah naungan Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia (YASRI).

Menurutnya, tantangan ke depan adalah memastikan rumah sakit tidak hanya sekadar menyandang label Islam, tetapi mampu menerapkan prinsip syariah secara menyeluruh.

​“Rumah sakit Islam belum tentu rumah sakit syariah, namun rumah sakit syariah sudah tentu mencerminkan nilai-nilai Islam,” tegas Dr. Saidul Amin dalam pertemuan di Gedung Rektorat Umri.

​Ia menambahkan, pelayanan yang profesional dan tulus merupakan kunci utama untuk membangun kesadaran umat agar menjadikan rumah sakit Islam sebagai pilihan utama.

Tenaga medis diharapkan memiliki kesadaran bahwa pasien adalah bagian dari keluarga besar umat yang harus dilayani dengan orientasi nilai kemanusiaan.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Umri, Prof. Dr. H. M. Nazir, MA., menekankan pentingnya menjaga ghirah atau semangat keislaman dalam pelayanan kesehatan demi menjaga kepercayaan masyarakat.

​Dalam diskusi teknis, kedua pihak juga membahas rencana kerja sama rujukan layanan kesehatan.

Ke depan, Klinik Umri akan bersinergi dengan RS Ibnu Sina dalam memfasilitasi rujukan pasien yang memerlukan penanganan medis lanjutan dan fasilitas rumah sakit yang lebih lengkap.

​Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran direksi dari kedua belah pihak, di antaranya Direktur RS Ibnu Sina, Dr. Mulya Eltaria Husin, serta jajaran direksi PT Syifaa Utama.

Selain kerja sama rujukan, Umri juga menyampaikan visi jangka panjangnya untuk membangun Rumah Sakit Pendidikan yang menerapkan prinsip syariah secara komprehensif.

​Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta sinergi yang berkelanjutan antara institusi pendidikan dan rumah sakit Islam di Riau guna meningkatkan mutu layanan kesehatan serta kemaslahatan masyarakat luas. (*)