Tembus Medan Ekstrem, Tim UIN Suska Riau Salurkan Bantuan ke Desa Babo yang Rusak Hampir 100 Persen
Tim Satgas Bencana UIN Suska Riau menembus medan ekstrem untuk menyalurkan bantuan ke Desa Babo, Aceh Tamiang, yang mengalami kerusakan hampir 100 persen akibat banjir besar dan menyebabkan 518 KK kehilangan tempat tinggal.
RINGKASAN BERITA:
-
Hampir seluruh rumah di Desa Babo rusak akibat banjir, membuat 518 KK kehilangan tempat tinggal.
-
Jembatan rusak dan jalan berlumpur menyebabkan desa terisolasi dan sulit dijangkau bantuan.
-
Tim UIN Suska Riau menyalurkan bantuan kebutuhan dasar hasil donasi berbagai pihak.
RIAUCERDAS.COM, ACEH TAMIANG - Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, menjadi salah satu wilayah dengan dampak bencana paling parah setelah banjir besar melanda kawasan tersebut.
Di tengah kondisi medan yang ekstrem dan akses terputus akibat jembatan rusak, Tim Satgas Bencana Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau berhasil menembus desa yang hampir seluruh permukimannya luluh lantak, Selasa (20/1/2026).
Desa yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Kuala Simpang itu harus ditempuh hampir dua jam perjalanan melalui jalur memutar karena akses tercepat terputus.
Tim relawan menghadapi jalan berlumpur, licin, dan rusak, bahkan beberapa kali kendaraan yang digunakan terperosok saat menuju lokasi.
Banjir besar dilaporkan menghancurkan hampir seluruh rumah warga Desa Babo.
Tingkat kerusakan permukiman disebut mendekati 100 persen, menyebabkan sebanyak 518 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan tidak dapat kembali menghuni rumah mereka.
Selain merusak permukiman, bencana juga melumpuhkan fasilitas dasar. Listrik sempat padam total, membuat desa berada dalam kondisi gelap, sementara keterisolasian wilayah menghambat distribusi bantuan secara reguler.
Ketua Senat UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Zaitun, M.Ag., yang ikut dalam rombongan, mengungkapkan keprihatinannya setelah menyaksikan langsung kondisi warga.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat terdampak.
“Kami sangat sedih melihat kondisi Desa Babo. Hampir seluruh rumah penduduk rusak. Semoga bantuan yang kami bawa dapat membantu kebutuhan dasar warga,” ujarnya.
Koordinator Lapangan Tim Satgas Bencana UIN Suska Riau, Dr. Deni Fitra, S.Pt., M.P., menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan berasal dari donasi berbagai pihak, di antaranya BSI KCP Pekanbaru UIN Suska Riau, Toko Buku Zanafa, Pusat Busana Muslim Salsanafa Pekanbaru, serta para donatur lainnya.
Bantuan yang dibagikan meliputi beras, minyak goreng, mukena, kebutuhan bayi, serta pakaian layak pakai dari masyarakat, termasuk sumbangan dari warga Kota Garo, Kabupaten Kampar.
Suasana haru tampak saat proses penyaluran bantuan, terutama ketika para ibu memilih pakaian sesuai kebutuhan mereka.
Kehadiran Tim Satgas UIN Suska Riau di Desa Babo menegaskan peran perguruan tinggi sebagai garda kemanusiaan yang hadir hingga ke wilayah terisolasi dan terdampak bencana paling berat. (*)