Keluhan Antrean BBM di Rohul Sampai 2 Km, Bupati Anton Minta Pertamina Tambah Pasokan

Bupati Rokan Hulu Anton membawa langsung keluhan masyarakat terkait panjangnya antrean dan kesulitan mendapatkan BBM ke PT Pertamina Patra Niaga. Ia meminta perhatian khusus terhadap kebutuhan BBM di Rohul yang dinilai sangat vital bagi aktivitas ekonomi, transportasi, dan pertanian masyarakat.

Keluhan Antrean BBM di Rohul Sampai 2 Km, Bupati Anton Minta Pertamina Tambah Pasokan
Bupati Rokan Hulu, Anton saat mengunjungi PT Pertamina Patra Niaga. Bupati menyampaikan informasi panjangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Rokan Hulu. (Sumber: Protokoler Pemkab Rohul)

RINGKASAN BERITA: 

  • Bupati Anton mendatangi PT Pertamina Patra Niaga untuk menyampaikan langsung keluhan masyarakat terkait antrean dan ketersediaan BBM di Rohul.
  • Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Rohul disebut mencapai hingga dua kilometer, bahkan sempat terjadi kekosongan BBM di beberapa SPBU.
  • Pemkab Rohul meminta perhatian khusus dan penambahan pasokan BBM guna mendukung aktivitas ekonomi, transportasi, dan pertanian masyarakat.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Panjangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU serta keluhan masyarakat terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) mendorong Bupati Rokan Hulu (Rohul) Anton menemui manajemen PT Pertamina Patra Niaga di Pekanbaru, Senin (8/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Anton secara langsung menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Rohul, mulai dari antrean panjang hingga kekhawatiran berkurangnya pasokan BBM di wilayah yang dikenal sebagai Negeri Seribu Suluk itu.

"Di Rohul itu banyak antre mas," kata Bupati Anton.

Menurut Anton, kondisi antrean di SPBU sudah menjadi pemandangan sehari-hari.

Antrean terjadi pada berbagai jenis bahan bakar dan melibatkan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Ia mengungkapkan bahwa pada beberapa SPBU di Kota Pasir Pengaraian, antrean kendaraan bahkan dapat mencapai sekitar 2 Kilometer (Km). 

Selain itu, banyak pembeli yang datang menggunakan jeriken untuk membeli BBM.

"Ngantre sampai 2 kilo. Banyak juga yang pakai jeriken," kata bupati.

Kekhawatiran masyarakat semakin meningkat setelah sejumlah SPBU di Pasir Pengaraian dan beberapa wilayah lain di Rohul dilaporkan mengalami kekosongan BBM pada Kamis (4/6/2026).

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kecukupan kuota BBM yang dialokasikan untuk daerah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Anton meminta penjelasan terkait penyebab terjadinya antrean panjang dan keterbatasan pasokan yang dirasakan masyarakat.

Ia juga menyampaikan adanya permintaan penambahan kuota dari sejumlah pengelola SPBU di Rohul.

"Saya mau tanya apakah pasokan kurang atau gimana. Ada beberapa SPBU yang menanyakan ke saya minta penambahan," ujarnya.

Usai pertemuan, Anton menegaskan bahwa persoalan BBM menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

Pemkab Rohul, kata dia, menerima banyak laporan mengenai sulitnya memperoleh BBM serta dampaknya terhadap sektor ekonomi, transportasi, pertanian, dan kebutuhan sehari-hari warga.

"Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat," kata Anton.

Ia berharap Pertamina dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan energi di Kabupaten Rohul. 

Dengan wilayah yang luas dan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi darat, kelancaran distribusi BBM dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas aktivitas ekonomi daerah.

"Semoga ke depan pelayanan Pertamina semakin maksimal di Rohul dan ketersediaan BBM pun lancar," harap Anton. (adv)