Tiga UIN di Indonesia Masuk Peringkat Dunia 2026
Tiga PTKIN Indonesia berhasil masuk peringkat dunia 2026 bidang studi keagamaan versi QS, dengan UIN Jakarta menembus 30 besar global. Prestasi ini menunjukkan daya saing internasional perguruan tinggi Islam Indonesia.
RINGKASAN BERITA:
- UIN Jakarta peringkat 29 dunia, tertinggi di antara PTKIN
- Dua PTKIN lain, UIN Yogya dan UIN Malang juga masuk peringkat global
- Capaian ini dinilai sebagai hasil strategi internasionalisasi pendidikan.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Tiga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Indonesia berhasil menembus peringkat dunia bidang Theology, Divinity and Religious Studies 2026, dengan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta mencatatkan posisi tertinggi di jajaran global.
Berdasarkan rilis terbaru QS World University Rankings by Subject, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menempati peringkat ke-29 dunia, menjadi PTKIN dengan capaian terbaik tahun ini.
Di bawahnya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berada di posisi ke-37 dunia, sementara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menempati peringkat ke-130 dunia.
Pencapaian ini menegaskan posisi PTKIN sebagai bagian dari perguruan tinggi yang memiliki daya saing global, khususnya dalam bidang studi keagamaan.
Dalam daftar yang sama, sejumlah universitas ternama dunia menduduki posisi teratas, di antaranya University of Notre Dame, University of Oxford, dan Harvard University.
Selain itu, terdapat pula perguruan tinggi global lainnya seperti Leiden University di peringkat 23, Al-Azhar University di posisi 36, serta McGill University di peringkat 47 dunia.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menilai capaian ini menjadi indikator kuat keberhasilan strategi internasionalisasi yang dijalankan PTKIN.
“Di tengah ketatnya persaingan global, hanya sedikit perguruan tinggi di Indonesia bahkan Asia yang mampu menembus 50 besar dunia pada bidang studi tertentu. Salah satu contohnya adalah IPB University yang berada di posisi 49 dunia dalam bidang pertanian,” sebutnya dikutip dari laman Kemenag, Kamis (26/3/2026).
Ia menambahkan, bidang studi keagamaan menjadi salah satu keunggulan kompetitif PTKIN di tingkat global, di tengah tantangan perguruan tinggi Indonesia yang masih berupaya menembus 150 besar dunia di berbagai disiplin ilmu lainnya.
“Prestasi ini layak kita rayakan bersama, sekaligus menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan mutu dan daya saing PTKIN di kancah internasional,” sebutnya.
“Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi internasional, meningkatkan kualitas riset, serta memperluas pengakuan global terhadap PTKIN sebagai pusat unggulan studi keagamaan,” tandasnya. (*)


