Profesor Didorong Majukan Politeknik dan Inovasi untuk Masyarakat

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan peran profesor sebagai penggerak utama kemajuan perguruan tinggi vokasi dan pencipta dampak nyata bagi masyarakat. Hal itu disampaikan dalam Forum Profesor Politeknik Negeri Indonesia (FORPOIN) yang diikuti guru besar dari berbagai politeknik negeri.

Profesor Didorong Majukan Politeknik dan Inovasi untuk Masyarakat
Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto. (Sumber: Kemdiktisaintek)

RINGKASAN BERITA: 

  • Menteri Brian menyebut profesor sebagai lokomotif kemajuan politeknik di Indonesia.
  • FORPOIN beranggotakan 177 profesor dari 27 politeknik negeri.
  • Profesor didorong menghasilkan riset yang berdampak nyata bagi masyarakat.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menekankan bahwa profesor memegang peran sentral sebagai lokomotif kemajuan politeknik sekaligus penggerak inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Brian saat menghadiri Forum Profesor Politeknik Negeri Indonesia (FORPOIN) yang diikuti para guru besar dari berbagai politeknik negeri di Indonesia, Jumat (24/4/2026).

Dalam arahannya, Brian menyebut peran profesor tidak sebatas akademisi atau peneliti, melainkan juga sebagai penjaga nilai dan teladan di lingkungan kampus.

Menurutnya, jabatan guru besar membawa tanggung jawab moral yang besar, baik dalam menjaga integritas maupun dalam kontribusi keilmuan.

“Maju mundurnya politeknik juga ada di tangan Bapak-Ibu sekalian. Lokomotif kemajuan kampus juga ada di tangan profesor. Carilah apa yang bisa kita lakukan yang bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Brian.

Ia menegaskan bahwa capaian akademik semata belum cukup jika tidak diiringi riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Brian, keberhasilan tertinggi dalam dunia sains bukan hanya diukur dari jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan publik.

Selain itu, Brian menyoroti pentingnya peran profesor dalam mendampingi mahasiswa secara konsisten dan berkelanjutan.

Ia menilai proses pendidikan yang berdampak lahir dari dedikasi panjang dosen dalam mengajar dan membina mahasiswa.

Sementara itu, Ketua FORPOIN Sarono mengungkapkan forum tersebut saat ini beranggotakan 177 profesor dari 27 politeknik negeri di seluruh Indonesia.

Anggota FORPOIN berasal dari beragam disiplin ilmu, mulai dari teknik, ekonomi bisnis, teknologi informasi, hingga sektor pertanian dan pariwisata.

Sarono mengatakan para profesor politeknik telah berkontribusi aktif dalam pengembangan institusi masing-masing.

Kontribusi tersebut di antaranya melalui penguatan teaching factory (TEFA), pengembangan pusat unggulan teknologi berbasis potensi daerah, serta keterlibatan dalam berbagai program strategis kementerian.

“Para profesor telah mengembangkan pusat unggulan teknologi di masing-masing daerah dan terlibat dalam berbagai program kementerian, mulai dari akreditasi, reviewer, hingga penguatan riset. Ke depan, kami juga mendorong penguatan kemitraan dengan industri serta pembentukan konsorsium untuk kerja sama internasional,” kata Sarono.

Ia menilai keberadaan FORPOIN penting untuk mendorong kemajuan perguruan tinggi vokasi sekaligus memberi solusi terhadap tantangan di dunia industri dan masyarakat.

Melalui forum ini, para profesor politeknik diharapkan terus menjadi motor penggerak transformasi pendidikan tinggi vokasi di Indonesia.

Langkah ini juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai fondasi kemajuan bangsa. (*)