Bupati Siak Minta Sekolah Awasi Program MBG

Bupati Siak menegaskan peran sekolah dalam mengawasi program Makan Bergizi Gratis serta mendorong sinergi pendidikan di tengah keterbatasan anggaran.

Bupati Siak Minta Sekolah Awasi Program MBG
Ilustrasi makan bergizi gratis. (Sumber: Diolah dengan AI)

RINGKASAN BERITA: 

  • Sekolah diminta aktif mengawasi kualitas program Makan Bergizi Gratis
  • Bupati soroti wilayah yang belum menerima MBG seperti Kecamatan Pusako
  • Kepala sekolah didorong tetap inovatif meski anggaran terbatas.

RIAUCERDAS.COM, SIAK - Pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Siak dalam rapat koordinasi kepala sekolah se-daerah.

Sekolah diminta tidak hanya sebagai penerima program, tetapi juga pengawas aktif demi menjamin kualitas layanan bagi siswa.

Arahan tersebut disampaikan Bupati Siak, Afni Zulkifli, dalam Rapat Koordinasi Kepala Sekolah TK, SD, dan SMP yang digelar di Balairung Datuk Empat Suku, Senin (30/3/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Syamsurizal dan Sekda Mahadar.

Dalam forum tersebut, Afni menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam menjaga kualitas pendidikan sekaligus memastikan program pemerintah berjalan optimal.

Afni meminta para kepala sekolah mampu memotivasi guru untuk terus memberikan pendidikan terbaik bagi generasi muda.

"Saya berpesan kepada seluruh Kepala Sekolah untuk membakar semangat para guru agar terus berjuang memberikan ilmu terbaik bagi generasi Siak," ujar wanita yang pernah berkarir sebagai wartawan ini.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap distribusi MBG di sekolah.

Menurutnya, kualitas makanan yang diterima siswa harus sesuai standar demi keselamatan dan kesehatan anak.

"Mari kita awasi dengan betul. Jika distribusi MBG tidak sesuai petunjuk teknis atau tidak layak, tolak dengan tegas demi keselamatan anak didik kita. MBG adalah hak anak bangsa yang dibiayai pajak kita," kata dia.

Afni juga mengungkap masih adanya wilayah yang belum tersentuh program tersebut, seperti di Kecamatan Pusako.

Hal ini menjadi perhatian pemerintah untuk memperluas jangkauan layanan di seluruh wilayah kabupaten.

Untuk mendukung pengawasan, masyarakat dan pihak sekolah diminta aktif melaporkan jika menemukan kendala atau ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program melalui kanal pengaduan resmi.

Di sisi lain, Bupati juga mengingatkan keterbatasan anggaran yang dihadapi sektor pendidikan.

Ia mendorong para pendidik untuk lebih kreatif dan solutif dalam mengelola kebutuhan sekolah, termasuk menghadapi beban administrasi yang cukup tinggi.

Rapat koordinasi ini menjadi forum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan, sekaligus memastikan layanan pendidikan dan program pendukung berjalan merata di seluruh Kabupaten Siak. (*)