Riset Dosen UIR Lolos Forum Geologi Dunia IGARSS 2026, Angkat Pemetaan Banjir Berbasis Satelit
Karya ilmiah dosen Universitas Islam Riau berhasil menembus forum geologi satelit terbesar dunia IGARSS 2026. Riset ini mengangkat pemetaan potensi banjir berbasis citra satelit untuk mitigasi bencana.
RINGKASAN BERITA:
- Riset dosen UIR lolos forum geologi satelit terbesar dunia IGARSS 2026
- Menggunakan teknologi citra satelit untuk memetakan potensi banjir
- UIR dipercaya sebagai pemimpin riset dalam kolaborasi internasional.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Penelitian tentang pemetaan potensi banjir berbasis teknologi satelit dari Indonesia berhasil menembus panggung ilmiah global.
Karya dosen Universitas Islam Riau (UIR) dinyatakan lolos dan diundang untuk dipresentasikan pada forum geologi satelit terbesar dunia, International Geoscience and Remote Sensing Symposium (IGARSS) 2026 di Amerika Serikat.
Karya tersebut merupakan hasil penelitian Prof. Husnul Kausarian, bersama tim yang terdiri dari peneliti lintas institusi.
Tim terdiri dari Adhil Arya Pratama, Batara Batara, Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Muhammad Zainuddin Lubis, Adi Suryadi, dan Daffa Akhillah.
Forum International Geoscience and Remote Sensing Symposium 2026 dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 di Washington DC.
Menurut Prof. Husnul, capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri karena penelitian yang berangkat dari konteks lokal mampu bersaing di tingkat internasional.
IGARSS merupakan simposium ataupun pertemuan ilmiah internasional peringkat pertama dunia untuk bidang desain Remote Sensing Geology.
"Kita tentu sangat senang sekali dan bangga bahwa penelitian dalam skala lokal ini bisa diterima dan berhasil sampai di level internasional,” ujarnya.
Penelitian tersebut mengangkat tema pemetaan banjir menggunakan teknik remote sensing geologi.
Fokus kajian diarahkan pada fenomena banjir bandang atau galodo yang kerap terjadi di wilayah Sumatera, seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Dalam riset ini, tim menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menganalisis berbagai faktor penyebab banjir, termasuk kondisi geologi dan topografi wilayah.
Pendekatan ini memungkinkan identifikasi daerah rawan banjir secara lebih akurat, terutama pada wilayah dengan kontur curam seperti tebing dan lembah.
Keunggulan dari riset ini yaitu membuat pemetaan potensi banjir yang dilakukan dengan pendekatan metode Analitikal Hierarki Proses (AHP), sehingga secara keseluruhan faktor-faktor yang memungkinkan potensi terjadinya banjir di suatu wilayah bisa terdeteksi.
"Terutama daerah-daerah yang memiliki topografi curam seperti adanya tebing dan lembah lembah. Selain itu dalam penelitian ini metode AHP juga digunakan untuk menghitung faktor geologi serta menghubungkannya dengan kondisi topografi melalui citra satelit," kata dia.
Selain aspek pemetaan, penelitian ini juga menekankan pentingnya mitigasi bencana.
Dengan memanfaatkan data citra satelit, potensi longsor maupun banjir dapat diprediksi lebih dini sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan.
Keberhasilan ini juga merupakan hasil kolaborasi internasional antara UIR dengan Chiba University, serta dukungan dari Tongji University dan Shanghai Ocean University dalam penyediaan data dan analisis.
Menariknya, dalam kolaborasi tersebut, UIR dipercaya sebagai pemimpin riset oleh mitra internasional.
“Alhamdulillah pada penelitian ini, UIR dijadikan sebagai leader oleh partner universitas dari luar negeri. Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat Indonesia hingga global,” ucap Prof. Husnul.
Capaian ini diharapkan tidak hanya mengharumkan nama perguruan tinggi di Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam upaya mitigasi bencana berbasis teknologi di masa depan. (*)


