UIN Suska Riau Sambut 65 Mahasiswa Universiti Malaya, Perkuat Kerja Sama Akademik Internasional
UIN Sultan Syarif Kasim Riau secara resmi menyambut kedatangan rombongan Universiti Malaya dalam rangka kunjungan akademik program Student Mobility on Islamic Studies. Program ini menjadi langkah strategis memperkuat kerja sama internasional dan memperluas wawasan mahasiswa di bidang keislaman.
RINGKASAN BERITA :
- Rombongan Universiti Malaya disambut resmi di Bandara SSK II Pekanbaru.
- Kunjungan diikuti 65 peserta dalam program Student Mobility on Islamic Studies.
- UIN Suska Riau dorong internasionalisasi dan pertukaran keilmuan.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau secara resmi menyambut kedatangan rombongan kunjungan akademik dari Universiti Malaya di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru, Senin (12/1/2026).
Rombongan Universiti Malaya berjumlah 65 orang, terdiri dari 3 dosen dan 62 mahasiswa. Kedatangan mereka disambut langsung oleh perwakilan UIN Suska Riau, di antaranya Dr. Muhammad Habibi, M.Pd., Jasnida, S.Ag., M.Sy selaku Kepala Bagian Akademik, Anggia Kargenti Evanurul Marettih, S.Psi., M.Si. selaku Kepala Pusat Disabilitas LPPM, serta tim Humas UIN Suska Riau.
Kunjungan akademik ini merupakan bagian dari program Student Mobility on Islamic Studies, yang bertujuan memperkuat kerja sama akademik dan pertukaran keilmuan antara UIN Sultan Syarif Kasim Riau dan Universiti Malaya.
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman akademik lintas negara, memperluas jejaring internasional, serta memperdalam wawasan dalam bidang studi keislaman.
Pihak UIN Suska Riau menyambut baik kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam mendorong internasionalisasi perguruan tinggi, sekaligus mempererat hubungan kelembagaan dengan universitas ternama di kawasan Asia Tenggara.
Kunjungan ini juga diharapkan membuka peluang kolaborasi lanjutan, baik dalam bentuk riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, maupun pengembangan program akademik internasional di masa mendatang. (*)