Mahasiswa FH UIR Borong 3 Penghargaan Nasional LETIN-7, Angkat Inovasi AI Kesehatan dan Talenta Digital
Mahasiswa Fakultas Hukum UIR meraih tiga penghargaan nasional di ajang LETIN-7. Prestasi ini diraih lewat inovasi berbasis AI di bidang kesehatan dan transformasi tata kelola talenta digital.
RINGKASAN BERITA:
-
Mahasiswa FH UIR meraih tiga penghargaan nasional di LETIN-7 Universitas Janabadra.
-
Karya mengangkat inovasi monitoring kesehatan berbasis AI dan konsep arsitek talenta digital.
-
Prestasi menunjukkan kemampuan mahasiswa UIR menghadirkan solusi interdisipliner berbasis data.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) kembali menorehkan prestasi nasional dengan meraih tiga penghargaan pada ajang Lomba Essay Tingkat Nasional (LETIN–7) di Universitas Janabadra.
Prestasi ini diraih melalui karya inovatif yang mengangkat isu kesehatan berbasis AI dan transformasi tata kelola ketenagakerjaan digital.
Tiga mahasiswa yang berprestasi yakni Nabil Novrido Zaky (Angkatan 2023), serta Indratama Arya Putra dan Reva (Angkatan 2024).
Mereka bersaing dengan 309 finalis yang tergabung dalam 164 tim dari 104 instansi negeri dan swasta di seluruh Indonesia.
Indratama Arya Putra meraih Bronze Medal kategori Essay Presentation subtema kesehatan.
Sementara MHD Nabil Novrido Zaky berhasil menyabet Juara 2, Gold Medal, serta Best Presentation kategori poster presentation subtema sosial, hukum, dan ekonomi.
Kepada tim Humas UIR, Indratama menjelaskan inovasi essay mereka berjudul ”personilized digital monitoring, formulasi arsitektur sistem teknologi kesehatan preventiff berbasis longitudinal clinical history untuk optimalisasi adherence pasien dalam pengambilan keputusan perawatan mandiri yang terukur dan berbasis evidence”.
Dalam konsep ini mereka ingin membantu agar para pasien dari segala macam umur dapat menggunakan aplikasi yang dapat memonitor kesehatan berbasis Artificial Intelegence agar mengambil langkah preventif atau mengurangi resiko pada pasien, yang data-datanya di simpan dalam jangka panjang (Longitudinal) dan terdapat informasi lengkap sejarah kesehatan pasien.
"Dalam hal itu agar dapat membantu tim medis dokter dalam mempercepat diagnosis serta meningkatkan kedisiplinan pasien rawat jalan agar tida k lupa dengan apa yang harus di cek, minum obat, serta kegiatan-kegiatan yang harus dibatasi”, terang Indratama Arya Putra.
Adapun karya poster mereka berjudul ”Disnaker Sebagai Arsitek Talenta Digital: Revolusi Tata Kelola Ketenagakerjaan Melalui Strategi Dual Track untuk Menangkal Krisis Struktural SDM”.
Gagasan tersebut mendorong transformasi radikal peran Dinas Tenaga Kerja menjadi lebih proaktif sebagai arsitek talenta digital.
Dalam karya kesehatan, mahasiswa UIR menyoroti lemahnya sistem dalam membaca perjalanan klinis pasien secara menyeluruh.
Sedangkan pada karya ketenagakerjaan, mereka mengkritisi ketidakmampuan sistem memprediksi kebutuhan keterampilan masa depan.
Visual poster menampilkan perbandingan sistem lama yang reaktif dengan sistem baru yang prediktif, dilengkapi alur data longitudinal, grafik, dan peta proyeksi kebutuhan talenta.
Pendekatan ini dirancang agar pesan perubahan paradigma mudah dipahami.
Karya tersebut juga merujuk data WHO terkait rendahnya kepatuhan terapi penyakit kronis serta riset global yang menunjukkan monitoring longitudinal mampu menekan angka rawat inap.
Sementara pada sektor ketenagakerjaan, mereka menggunakan data BPS terkait tingginya tingkat pengangguran terbuka, khususnya lulusan SMK, serta persoalan link and match dunia kerja.
Nilai utama yang diusung adalah tanggung jawab ilmiah dan keadilan sistemik, di mana data dipandang sebagai amanah untuk melindungi manusia.
Dalam bidang kesehatan, sistem harus mampu mencegah komplikasi sejak dini, sedangkan di sektor ketenagakerjaan negara dituntut menyiapkan talenta sesuai arah ekonomi.
Prestasi ini menegaskan mahasiswa UIR tidak hanya unggul dalam teori hukum, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan interdisipliner berbasis data dan teknologi.
Keberhasilan di ajang LETIN–7 sekaligus memperkuat komitmen kampus dalam melahirkan akademisi muda yang kritis, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat. (*)