UIN Suska Riau Pastikan Layanan Kesehatan Siaga Selama SMMPTN Barat 2026

UIN Suska Riau melakukan monitoring dan evaluasi fasilitas kesehatan selama pelaksanaan SMMPTN Barat 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan keselamatan ribuan peserta ujian yang mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi.

UIN Suska Riau Pastikan Layanan Kesehatan Siaga Selama SMMPTN Barat 2026
Monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Suska Riau, Prof. Dr. H. Raihani, M.Ed., Ph.D., di sejumlah titik layanan kesehatan di lingkungan kampus SMMPTN Barat, Kamis (18/6/2026). (Sumber: UIN Suska Riau).

RINGKASAN BERITA:

  • UIN Suska Riau melakukan monitoring langsung terhadap fasilitas kesehatan selama pelaksanaan SMMPTN Barat 2026.
  • Tim medis diminta selalu siaga untuk mengantisipasi gangguan kesehatan peserta selama ujian berlangsung.
  • Hingga peninjauan selesai, tidak ditemukan insiden medis berat yang mengganggu jalannya seleksi masuk perguruan tinggi.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau memastikan layanan kesehatan bagi peserta Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) Barat 2026 berjalan optimal selama proses ujian berlangsung.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Suska Riau, Prof. Dr. H. Raihani, M.Ed., Ph.D., di sejumlah titik layanan kesehatan di lingkungan kampus.

Peninjauan dilakukan di sela pelaksanaan ujian SMMPTN Barat guna memastikan seluruh fasilitas pendukung kesehatan siap digunakan apabila terjadi kondisi darurat selama ujian berlangsung.

Dalam kunjungan tersebut, Prof. Raihani memeriksa berbagai sarana kesehatan yang telah disiapkan panitia, mulai dari ruang kesehatan, posko medis sementara, hingga ketersediaan obat-obatan untuk penanganan pertama.

Menurutnya, aspek kesehatan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan seleksi yang diikuti ribuan calon mahasiswa dari berbagai daerah.

“Kehadiran institusi dalam pelaksanaan SMMPTN Barat ini tidak hanya sebatas memfasilitasi sarana akademik ujian para calon mahasiswa, tetapi juga memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan aspek kesehatan mereka terjamin dengan baik,” terang Prof. Raihani.

Selain mengecek fasilitas, ia juga berdialog langsung dengan dokter, perawat, dan relawan kesehatan yang bertugas selama ujian berlangsung.

Dalam kesempatan itu, Prof. Raihani meminta seluruh petugas tetap siaga dan responsif dalam menghadapi kemungkinan gangguan kesehatan yang dialami peserta.

Ia menilai kondisi fisik peserta perlu mendapat perhatian khusus karena ujian yang berlangsung dalam waktu cukup lama berpotensi memengaruhi stamina maupun konsentrasi peserta.

Prof. Raihani menegaskan pelayanan kesehatan yang baik tidak hanya memberikan rasa aman bagi peserta, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab kampus dalam menjaga kualitas penyelenggaraan seleksi.

Menurutnya, kesiapan sarana dan prasarana yang dimiliki UIN Suska Riau turut menjadi faktor penting yang membangun kepercayaan masyarakat terhadap kampus sebagai lokasi pelaksanaan ujian.

Pelayanan kesehatan yang prima dan terorganisir, tambahnya, akan memberikan rasa tenang bagi peserta ujian yang sedang berjuang, sekaligus memberikan kepastian keamanan bagi para orang tua pengantar.

'Terpilihnya kampus kita sebagai lokasi ujian sudah menjadi bukti nyata bahwa masyarakat menaruh kepercayaan penuh terhadap kelayakan sarana dan prasarana yang kita miliki," ujar dia.

Pelaksanaan SMMPTN Barat 2026 di UIN Suska Riau mendapat antusiasme tinggi dari calon mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah.

Hingga proses monitoring selesai dilakukan, seluruh layanan kesehatan dilaporkan beroperasi dengan baik dan tidak ditemukan insiden medis serius yang mengganggu jalannya ujian.

Melalui pengawasan langsung dari jajaran pimpinan universitas, UIN Suska Riau berharap seluruh rangkaian SMMPTN Barat 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga tahapan seleksi berakhir. (*)