Salat Idulfitri Kenegaraan di Istiqlal Siap Digelar, Presiden Dijadwalkan Hadir
Kementerian Agama memastikan kesiapan pelaksanaan Salat Idulfitri 2026 tingkat kenegaraan di Masjid Istiqlal, dengan melibatkan TNI, Polri, hingga protokol kepresidenan.
RINGKASAN BERITA:
- Salat Idulfitri kenegaraan 2026 digelar di Masjid Istiqlal pada 21 Maret.
- Presiden dan Wakil Presiden dijadwalkan hadir, pengamanan diperketat.
- Persiapan melibatkan TNI, Polri, dan berbagai instansi untuk kelancaran acara.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Pemerintah mematangkan persiapan pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah tingkat kenegaraan yang akan digelar di Masjid Istiqlal.
Kehadiran Presiden dan Wakil Presiden dalam agenda tersebut menjadi perhatian utama dalam pengamanan dan pengaturan teknis.
Kementerian Agama bersama berbagai instansi lintas sektor telah menggelar rapat final guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan khidmat.
Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis M. Hanafi menyebutkan, rapat terakhir menjadi langkah krusial untuk menyinkronkan seluruh kesiapan teknis di lapangan.
“Rapat ini merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk memastikan seluruh persiapan pelaksanaan Salat Idulfitri tingkat kenegaraan berjalan dengan baik, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah,” ujarnya di Jakarta, Jumat (20/3/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan salat akan digelar pada Sabtu, 21 Maret 2026 mulai pukul 07.00 WIB, seiring penetapan pemerintah melalui sidang isbat.
Tahun ini, pemerintah mengangkat tema “Kemenangan Idulfitri Menyemai Kebaikan, Meraih Keberkahan” yang diharapkan dapat memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Menurut Muchlis, keterlibatan berbagai unsur seperti TNI, Polri, hingga protokol kepresidenan menjadi bagian penting dalam menjamin kelancaran acara berskala nasional tersebut.
Sementara itu, Plt Kasubdit Dakwah dan Hari Besar Islam, Ali Sibromalisi, menambahkan bahwa koordinasi teknis difokuskan pada pengaturan alur jemaah, penempatan saf, hingga sistem pengamanan pintu masuk.
“Semua aspek teknis kita bahas secara detail, termasuk skenario pengamanan dan pengaturan jemaah, mengingat ini adalah kegiatan kenegaraan dengan kehadiran Presiden dan Wakil Presiden,” kata dia.
Selain pengamanan, kesiapan layanan pendukung juga menjadi perhatian, mulai dari listrik, transportasi, hingga kesiapsiagaan pemadam kebakaran.
Pemerintah juga melibatkan media nasional untuk menyiarkan secara langsung pelaksanaan Salat Idulfitri agar dapat diakses masyarakat luas di seluruh Indonesia.
Dengan koordinasi lintas lembaga yang intensif, pemerintah berharap pelaksanaan Salat Idulfitri tingkat kenegaraan tahun ini dapat berlangsung lancar serta memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah yang hadir. (*)

