Fasilkom Unilak Hadirkan Program Digitalisasi dan Pelestarian Lingkungan di Hutan Adat Imbo Putui Kampar
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Lancang Kuning menggelar program “Fasilkom Mengabdi 2026” di Hutan Adat Imbo Putui, Desa Petapahan, Kecamatan Tapung. Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Kampar Misharti itu memadukan pemberdayaan masyarakat, penguatan literasi digital, dan pelestarian lingkungan melalui berbagai program pengabdian.
RINGKASAN BERITA:
- Fasilkom Unilak menggabungkan program digitalisasi masyarakat dan pelestarian lingkungan melalui kegiatan pengabdian di Hutan Adat Imbo Putui.
- Wakil Bupati Kampar menekankan pentingnya program yang berdampak nyata dan meningkatkan kemandirian digital masyarakat desa.
- Kegiatan ditandai dengan penanaman pohon bersama sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian kawasan hutan adat.
RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Upaya memperkuat kapasitas masyarakat desa melalui teknologi digital sekaligus menjaga kelestarian lingkungan menjadi fokus kegiatan “Fasilkom Mengabdi 2026”.
Kegiatan itu digelar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Lancang Kuning (Unilak) di kawasan Hutan Adat Imbo Putui, Desa Petapahan, Kecamatan Tapung.
Program pengabdian masyarakat yang berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Juni 2026, secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti di lokasi kegiatan, Kamis (18/6/2026).
Mengangkat tema “Jejak Pengabdian FASILKOM Universitas Lancang Kuning di Hutan Adat Imbo Putui: Menguatkan Masyarakat, Melestarikan Alam, dan Menumbuhkan Semangat Kolaborasi”, kegiatan tersebut menghadirkan berbagai program yang menyentuh aspek sosial, pendidikan, lingkungan, dan teknologi.
Lima agenda utama yang dijalankan meliputi aksi bersih lingkungan, pengembangan media informasi digital, pembinaan karakter dan keagamaan, gerakan peduli lingkungan, serta penyediaan sarana kebersihan bagi masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kampar Misharti memberikan apresiasi kepada Fakultas Ilmu Komputer Unilak yang dinilai telah menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat adat.
Menurutnya, kegiatan pengabdian yang dilakukan perguruan tinggi harus mampu menghasilkan manfaat yang berkelanjutan, khususnya dalam meningkatkan kemampuan masyarakat menghadapi perkembangan teknologi digital.
Dia berharap program yang dijalankan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
'Dengan dukungan teknologi dan semangat kolaborasi, masyarakat desa diharapkan semakin mandiri dan mampu memanfaatkan perkembangan digital untuk kemajuan daerah,” tuturnya.
Misharti juga mengingatkan mahasiswa dan civitas akademika yang terlibat agar menjaga etika selama berada di tengah masyarakat, menghormati adat istiadat setempat, serta menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.
Menurutnya, penerapan ilmu pengetahuan secara langsung di lapangan merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sebagai tanda dimulainya kegiatan, Wakil Bupati Kampar bersama mahasiswa, tokoh masyarakat, dan sejumlah pejabat melakukan penanaman bibit pohon di kawasan Hutan Adat Imbo Putui.
Aksi tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Pada kesempatan yang sama, panitia pelaksana juga menyerahkan plakat penghargaan kepada Wakil Bupati Kampar sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap kegiatan pengabdian masyarakat tersebut.
Turut hadir mendampingi Wakil Bupati Kampar, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Kampar Lukmansyah Badoe serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar Afdal.
Kegiatan ini juga dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Komputer Unilak, Dr. Yogi Yunefri selaku penanggung jawab kegiatan.
Lalu, Ketua Panitia Dr. Sutejo, Camat Tapung Al Kautsar, unsur Forkopimcam, Kepala Desa Petapahan, tokoh adat, alim ulama, dan civitas akademika Unilak.
Melalui program “Fasilkom Mengabdi 2026”, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada pelestarian lingkungan, penguatan masyarakat, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. (Adv)