Revitalisasi Sekolah Dorong Lonjakan Kenyamanan Belajar

Program revitalisasi sekolah di Kabupaten Magelang terbukti meningkatkan kenyamanan dan keselamatan belajar siswa. Pemerintah menargetkan perluasan program hingga puluhan ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Revitalisasi Sekolah Dorong Lonjakan Kenyamanan Belajar
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan sambutan saat acara peresmian revitalisasi satuan pendidikan di Magelang, Jawa Tengah. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA: 

  • Revitalisasi sekolah terbukti langsung meningkatkan kenyamanan dan keamanan belajar siswa.
  • Kabupaten Magelang mendapat dana Rp54,4 miliar untuk 60 satuan pendidikan.
  • Pemerintah menargetkan hingga 71 ribu sekolah di Indonesia tersentuh program revitalisasi.

RIAUCERDAS.COM, MAGELANG - Perbaikan fasilitas pendidikan melalui program revitalisasi kini mulai menunjukkan dampak langsung terhadap kualitas proses belajar, terutama dari sisi kenyamanan dan keamanan siswa di ruang kelas.

Kabupaten Magelang menjadi salah satu daerah yang merasakan perubahan tersebut secara signifikan.

Program yang dijalankan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini menghadirkan peningkatan sarana fisik sekolah, mulai dari ruang kelas hingga fasilitas penunjang lainnya.

Di sejumlah sekolah, kondisi yang sebelumnya terbatas dan kurang layak kini berubah menjadi lebih representatif untuk kegiatan belajar mengajar.

Kepala SLB Negeri Kota Magelang, Ina Sulanti, mengungkapkan bahwa sebelumnya sekolah mengalami keterbatasan ruang belajar.

Kondisi tersebut memaksa beberapa kelompok siswa dengan kebutuhan berbeda harus belajar dalam satu ruangan yang sama.

“Dengan adanya tambahan ruang kelas, anak-anak tidak perlu lagi digabung dengan yang berbeda kebutuhan. Mereka belajar lebih nyaman dan aman, sehingga bisa meningkatkan prestasi belajar,” jelasnya.

Perubahan serupa juga dirasakan di SD Negeri Borobudur 2.

Kepala sekolah, Sri Widati, menyebutkan bahwa kondisi bangunan sebelumnya cukup memprihatinkan, dengan sejumlah kerusakan yang berpotensi membahayakan siswa.

Melalui bantuan sebesar Rp665 juta, sekolah tersebut kini memiliki lima ruang kelas yang telah direhabilitasi serta tambahan satu paket fasilitas toilet baru.

“Dengan adanya revitalisasi ini, sekolah juga merasa bangga dan senang karena anak-anak sekarang bisa memiliki ruang kelas yang bagus, bersih, dan totalitas,” kata dia.

Di tingkat sekolah menengah pertama, SMP Negeri 3 Salam turut merasakan manfaat program ini.

Kepala sekolah Murtini menjelaskan bahwa sebelumnya ruang administrasi mengalami kerusakan cukup parah karena usia bangunan yang telah lama.

Kini, selain perbaikan ruang administrasi, sekolah tersebut juga memperoleh fasilitas laboratorium komputer baru.

Murtini menegaskan bahwa pembangunan dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah sehingga kualitasnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

“Dana itu kami pengerjaannya swakelola dari pihak sekolah bisa memilih langsung sehingga kualitas bangunannya bagus. Lalu, setelah ada laboratorium komputer yang baru, anak-anak senang sekali karena bangunannya bagus. Sangat mendukung pembelajaran, baik bagi guru maupun murid,” ungkapnya.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menilai program ini memiliki dampak luas, tidak hanya pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga dalam mendukung standar nasional pendidikan.

“Dampak nyata dari revitalisasi ini kita rasakan di sekolah-sekolah. Mulai dari yang paling mendasar, toilet menjadi layak dan sehat. Kedua, ruang kelas menjadi aman dan nyaman. Ada ruang kesehatan serta laboratorium yang mendukung praktik, serta perpustakaan yang lebih tertata dan nyaman,” terangnya.

Secara keseluruhan, Kabupaten Magelang menerima alokasi dana revitalisasi sebesar Rp54,4 miliar yang menjangkau 60 satuan pendidikan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, meresmikan hasil program tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan yang berkualitas.

Ia menyampaikan bahwa cakupan program terus diperluas di tingkat nasional. Pada 2025, revitalisasi telah menyasar 16.167 satuan pendidikan.

Sementara pada 2026, sebanyak 11.400 sekolah telah mendapatkan alokasi anggaran, dengan target ekspansi hingga 60.000 satuan pendidikan.

“Secara keseluruhan, insyaAllah bisa mencapai 71 ribu satuan pendidikan,” ujarnya.

Ke depan, program revitalisasi diharapkan menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan di berbagai daerah. (*)