Mahasiswa Kukerta Unri Digitalisasi Desa Pangkalan Gondai, UMKM Kini Tampil di Google Maps dan Miliki Website Resmi

Mahasiswa Kukerta Universitas Riau menyerahkan tiga produk digital kepada Pemerintah Desa Pangkalan Gondai, Kabupaten Pelalawan, yakni titik lokasi UMKM di Google Maps, website profil desa, dan peta desa. Program ini diharapkan memperluas promosi potensi desa sekaligus mempermudah akses informasi bagi masyarakat.

Mahasiswa Kukerta Unri Digitalisasi Desa Pangkalan Gondai, UMKM Kini Tampil di Google Maps dan Miliki Website Resmi
Mahasiswa Kukerta Unri menyerahkan tiga produk digital berupa titik lokasi UMKM di Google Maps, website resmi desa, dan peta Desa Pangkalan Gondai, Rabu (29/7/2026). (Sumber: Kelompok Kukerta Unri Desa Pangkalan Gondai)

RINGKASAN BERITA:

  • Mahasiswa KKN Unri menyerahkan tiga produk digital berupa titik lokasi UMKM di Google Maps, website resmi desa, dan peta Desa Pangkalan Gondai.
  • Digitalisasi dilakukan untuk memperluas promosi UMKM dan menyediakan media informasi resmi bagi pemerintah desa.
  • Pemerintah Desa Pangkalan Gondai berkomitmen melanjutkan pengelolaan website dan pembaruan data UMKM setelah program KKN berakhir.

RIAUCERDAS.COM, PELALAWAN - Upaya digitalisasi Desa Pangkalan Gondai mulai terwujud melalui program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (Unri).

Sebagai hasil pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa menyerahkan tiga produk digital yang ditujukan untuk memperkuat promosi potensi desa sekaligus meningkatkan akses informasi bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Program tersebut diserahterimakan kepada Pemerintah Desa Pangkalan Gondai pada Rabu (29/7/2026).

Tiga produk yang dihasilkan meliputi pendataan titik lokasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Google Maps, website resmi profil desa, serta peta wilayah Desa Pangkalan Gondai.

Ketiga program disusun selama pelaksanaan Kukerta dengan melibatkan perangkat desa dan pelaku UMKM setempat.

Inisiatif tersebut berangkat dari kondisi UMKM di Desa Pangkalan Gondai yang sebelumnya belum banyak dikenal di luar wilayah desa.

Selain itu, desa juga belum memiliki media informasi digital resmi yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat maupun pihak luar.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Kukerta melakukan pendataan UMKM dengan mendatangi langsung lokasi usaha warga.

Data yang dikumpulkan meliputi nama usaha, jenis usaha, alamat, hingga titik koordinat yang kemudian ditambahkan ke Google Maps sehingga lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen.

Selain itu, mahasiswa juga membangun website resmi Desa Pangkalan Gondai yang memuat profil desa, struktur pemerintahan, potensi lokal, serta informasi kegiatan desa.

Website tersebut diharapkan menjadi sarana komunikasi resmi pemerintah desa sekaligus media promosi potensi daerah.

Sebagai pelengkap, mahasiswa turut menyusun peta desa yang menggambarkan batas wilayah dan lokasi-lokasi penting sehingga memudahkan masyarakat maupun pengunjung mengenali kondisi geografis Desa Pangkalan Gondai.

Kepala Seksi Pemerintahan Desa Pangkalan Gondai, Rere Antoni, mengapresiasi program digitalisasi yang telah dilaksanakan mahasiswa Kukerta Unri.

"Kami sangat berterima kasih atas kerja keras adik-adik mahasiswa Kukerta selama ini. Sekarang usaha warga kami sudah bisa ditemukan lewat Google Maps, desa kami juga sudah punya website sendiri, dan sudah ada peta desa yang jelas. Ini sangat membantu kami dalam mempromosikan potensi desa kepada masyarakat luas," ujar Rere Anton, Rabu (29/7/2026).

Ia berharap seluruh hasil program tersebut dapat terus dimanfaatkan dan diperbarui secara berkelanjutan setelah masa Kukerta berakhir.

"Harapan kami, website dan data UMKM ini terus diperbarui, tidak berhenti setelah mahasiswa Kukerta selesai bertugas di sini. Kami dari pemerintah desa siap melanjutkan dan merawat apa yang sudah dibangun bersama ini," katanya.

Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Pangkalan Gondai, Aman L.

Dia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas program yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa Kukerta Unri. 

Menurutnya, program digitalisasi ini memberikan manfaat nyata bagi desa, khususnya dalam mendukung promosi UMKM lokal dan memperkenalkan Desa Pangkalan Gondai ke ranah digital yang lebih luas.

Aman juga berharap website profil desa, peta desa, serta titik lokasi UMKM yang telah dibuat dapat terus dikelola dan dikembangkan oleh perangkat desa maupun masyarakat setelah masa Kukerta berakhir, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kukerta Desa Pangkalan Gondai, Ryanda Valents Anakri, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai jawaban atas kebutuhan desa untuk lebih dikenal secara digital di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

Ryanda menuturkan bahwa proses pelaksanaan program tidak lepas dari dukungan penuh masyarakat dan pemerintah desa, mulai dari pengumpulan data UMKM, survei lapangan untuk pemetaan wilayah, hingga penyusunan konten website profil desa.

Ia berharap hasil kerja kelompoknya dapat menjadi pijakan awal bagi Desa Pangkalan Gondai untuk terus bertransformasi menuju desa yang lebih maju dan adaptif terhadap teknologi.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh hasil program digitalisasi yang meliputi akses website profil desa, data titik UMKM di Google Maps, serta peta desa diserahterimakan secara resmi kepada Pemerintah Desa Pangkalan Gondai pada 30 Juli 2026.

Serah terima ini menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa Kukerta Unri di desa tersebut, sekaligus menjadi simbol keberlanjutan program agar terus dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemerintah desa ke depannya.

Melalui program ini, mahasiswa Kukerta Unri berharap dapat memberikan kontribusi nyata dan berdampak positif bagi kemajuan Desa Pangkalan Gondai, sejalan dengan semangat "Pengabdian Kukerta Berdampak Unri. (rls)