Industri Kosmetik Melesat, Unpad Resmi Buka Prodi Rekayasa Kosmetik Mulai 2026

Universitas Padjadjaran membuka Program Studi Rekayasa Kosmetik untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional di industri kosmetik. Program ini akan mulai menerima mahasiswa pada 2026 dan menyiapkan lulusan siap kerja sekaligus inovator produk kecantikan.

Industri Kosmetik Melesat, Unpad Resmi Buka Prodi Rekayasa Kosmetik Mulai 2026
Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi membuka Program Studi Rekayasa Kosmetik jenjang sarjana yang akan mulai berjalan pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027. (Sumber: unpad.ac.id)

RINGKASAN BERITA:

  • Unpad membuka Program Studi Rekayasa Kosmetik mulai tahun akademik 2026/2027
  • Prodi fokus pada formulasi, produksi, quality control, hingga pemasaran kosmetik
  • Daya tampung awal 80 mahasiswa, didukung laboratorium dan jejaring industri

RIAUCERDAS.COM, BANDUNG - Pertumbuhan pesat industri kosmetik nasional mendorong perguruan tinggi menyiapkan sumber daya manusia yang lebih spesifik dan adaptif.

Menjawab tantangan itu, Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi membuka Program Studi Rekayasa Kosmetik jenjang sarjana yang akan mulai berjalan pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027.

Rektor Unpad Prof Arief S Kartasasmita mengatakan, pembukaan prodi ini merupakan langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.

Ia optimistis Program Studi Rekayasa Kosmetik akan memberi kontribusi nyata bagi sektor kosmetika dan perekonomian nasional.

“Dengan pengalaman Fakultas Farmasi yang sudah kuat, kami yakin prodi ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan memberi dampak positif bagi industri kosmetik di Indonesia,” ujarnya dilansir dari portal Unpad.

Dekan Fakultas Farmasi Unpad Prof Auliya Abdurrohim Suwantika menambahkan, kebutuhan tenaga profesional di bidang rekayasa kosmetik terus meningkat seiring meluasnya pasar dan inovasi produk kecantikan.

Program studi ini, kata dia, telah mengantongi akreditasi pertama dari BAN-PT serta didukung sumber daya manusia, fasilitas, dan laboratorium yang memadai.

Pada tahap awal, Prodi Rekayasa Kosmetik Unpad akan membuka kuota 80 mahasiswa melalui jalur SNBP, SNBT, dan seleksi mandiri.

Prof Auliya menjelaskan, prodi ini dirancang berbeda dari Farmasi umum. Kurikulumnya akan fokus pada pengembangan komoditas kosmetik secara menyeluruh, mulai dari perancangan sediaan, formulasi, produksi, pengendalian mutu, aspek regulasi, hingga strategi pemasaran.

“Mahasiswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi memahami keseluruhan proses kefarmasian kosmetik. Dari bagaimana sebuah kosmetik diformulasikan dengan baik, diuji mutunya, diatur secara regulasi, sampai siap dipasarkan,” jelasnya.

Menurutnya, besarnya industri kosmetik Indonesia membuka peluang karier yang luas, mulai dari formulator, peneliti, regulator, hingga wirausaha.

Karena itu, mahasiswa akan dibekali kompetensi aplikatif agar lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu melahirkan inovasi produk.

Sebagai bagian dari penguatan prodi, Fakultas Farmasi Unpad telah menginisiasi kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri, BPOM, dan Kementerian Kesehatan.

Masukan dari dunia usaha dan regulator dijadikan dasar dalam penyusunan kurikulum.

“Lulusan Rekayasa Kosmetik memiliki peluang besar, baik berkarier di industri, lembaga pengawas, maupun membangun usaha sendiri di bidang kosmetik,” pungkas Prof Auliya. (*)