Hampir 1,9 Juta Siswa Ikuti TKA Hari Pertama, Skema 4 Sesi Dinilai Efektif Redam Kepadatan

Sebanyak 1.899.878 siswa SMP mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari pertama secara nasional. Pembagian empat sesi pelaksanaan dinilai mampu mengatur kelancaran dan kenyamanan peserta di berbagai daerah.

Hampir 1,9 Juta Siswa Ikuti TKA Hari Pertama, Skema 4 Sesi Dinilai Efektif Redam Kepadatan

RINGKASAN BERITA:

  • Hampir 1,9 juta siswa mengikuti TKA hari pertama secara serentak di seluruh Indonesia.
  • Pembagian empat sesi terbukti membantu kelancaran dan mengurangi kepadatan peserta.
  • Pemerintah menyiapkan TKA susulan bagi siswa terdampak bencana atau kondisi kahar.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP pada hari pertama menunjukkan efektivitas pengaturan waktu berbasis empat sesi, yang dinilai mampu mengurai kepadatan peserta dan menjaga kelancaran asesmen secara nasional.

Skema ini turut mendukung partisipasi hampir 1,9 juta siswa yang mengikuti ujian secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.

Berdasarkan data sementara, total 1.899.878 peserta telah mengikuti TKA pada hari pertama.

Ujian dimulai pukul 07.00 WIB hingga 15.30 WIB dan dibagi dalam empat sesi, dengan rincian 700.532 peserta pada sesi pertama, 675.330 peserta sesi kedua, 419.391 peserta sesi ketiga, dan 104.625 peserta pada sesi terakhir.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menyampaikan bahwa pelaksanaan hari pertama berjalan sesuai harapan berkat kerja sama berbagai pihak.

“Kami bersyukur pelaksanaan TKA hari pertama berjalan dengan baik. Ini adalah hasil kerja bersama banyak pihak, mulai dari sekolah, guru, pengawas, hingga tim teknis di pusat dan daerah,” ujar Toni di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, fleksibilitas pemilihan sesi yang disediakan sebelumnya oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberi ruang bagi sekolah menyesuaikan pelaksanaan dengan kondisi masing-masing.

Hal ini diharapkan menciptakan suasana asesmen yang lebih kondusif bagi peserta.

Kemendikdasmen juga memastikan adanya kesempatan bagi peserta yang tidak dapat mengikuti TKA pada jadwal utama, khususnya karena faktor bencana atau keadaan kahar lainnya.

“Bagi peserta yang berhalangan mengikuti TKA pada pelaksanaan saat ini, terutama karena terdampak bencana atau kondisi kahar lainnya, Kemendikdasmen memberikan kesempatan untuk mengikuti TKA susulan yang dijadwalkan pada Mei 2025, sehingga seluruh peserta tetap memperoleh hak yang sama dalam mengikuti asesmen,” ungkapnya.

Selain itu, apresiasi disampaikan kepada pemerintah daerah, sekolah, serta orang tua yang dinilai berperan dalam menyukseskan pelaksanaan hari pertama.

Kolaborasi lintas pihak disebut menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran proses asesmen di lapangan.

“Kami percaya bahwa ini adalah proses belajar bersama. Dengan kolaborasi dan saling memahami, kita dapat menghadirkan sistem evaluasi yang semakin baik untuk anak-anak kita,” kata dia. (*)