Gelar Orientasi Pengelola Kampung KB, BKKBN Riau Inginkan Hal Ini

Kampung KB juga didorong menjadi gerakan bersama dalam pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dengan seluruh dimensinya. Gunanya yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga dan masyarakat. 

Feb 6, 2024 - 11:24
Feb 8, 2024 - 11:24
 0
Gelar Orientasi Pengelola Kampung KB, BKKBN Riau Inginkan Hal Ini
Foto bersama usai penandatanganan pernjanjian kerjasama BKKBN Riau dengan IKTA dan penandatanganan kontrak kinerja antara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau dengan Kepala OPD KB kabupaten kota se Provinsi Riau.

RIAUCERDAS.COM - Sebanyak 85 orang mengikuti Orientasi Pengelolaan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2024. Kegiatan yang digelar selama tiga hari itu dibuka pada Selasa (6/2/2024) di Hotel Grand Central Pekanbaru.  


Acara tersebut ditaja oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Riau. Deputi pengendalian Penduduk BKKBN RI, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto hadir langsung membuka kegiatan.


Dalam kegiatan itu, peserta yang hadir berasal dari sejumlah lembaga. Seperti DP3AP2KB Provinsi Riau, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Kepala OPD KB di lingkungan Pemprov Riau.


Kemudian, OPD Dalduk KB Kabupaten/Kota Se-Provinsi Riau, Pengelola Program Kampung KB Pada OPD Kabupaten/Kota, kepala desa/lurah perwakilan dari Kampung KB Kabupaten/Kota.


Selanjutnya, PKB/PLKB sebagai pendamping Kampung KB Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau dan Perwakilan Pokja dari Kampung KB Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau serta BKKBN Provinsi Riau.


Narasumber yang dihadirkan yaitu dari Bapedalitbang Provinsi Riau, Lurah Air Dingin Kecamatan Bukit Raya, Ketua KKI Provinsi Riau dan Tim Kerja Dalduk BKKBN Riau.


Pembukaan orientasi dirangkaian dengan penandatangan nota kesepahaman antara BKKBN Riau dengan IKTA dan penandatanganan kontrak kinerja antara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau dengan Kepala OPD KB kabupaten kota se Provinsi Riau.


"Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan Kapasitas Pengelola Kampung KB di tingkat kabupaten/kota dan desa/kelurahan terkait penyelenggaraan Kampung KB," ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Mardalena Wati Yulia.


Sementara, tujuan khususnya yaitu meningkatkan kapasitas pengelola Kampung KB di tingkat kabupaten/kota dan desa/kelurahan. Lalu, menjelaskan tentang pengorganisasian di Kampung KB dan mekanisme kerja penyelenggaraannya dan menyusun rencana kerja masyarakat Kampung KB.


Kampung KB, ujar Mardalena, merupakan salah satu Program Prioritas Nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI di Kabupaten Cirebon Jawa Barat pada tanggal 14 Januari 2016 lalu. 


Kampung KB merupakan model miniatur pelaksanaan total Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) secara utuh pada wilayah setingkat desa/kelurahan.


Dalam penyelenggaraan Kampung KB, terjadi sinergi, terintegrasi dan konvergensi dengan banyak program pembangunan dan kegiatan berbasis desa lintas kementerian/lembaga, mitra kerja dan stakeholders lainnya. 


Dengan terbitnya Inpres Nomor 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung KB, diharapkan kegiatan Kampung KB yang terintegrasi dan konvergen tersebut dapat dilaksanakan lebih optimal.


Kampung KB juga didorong menjadi gerakan bersama dalam pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dengan seluruh dimensinya. Gunanya yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga dan masyarakat. 


Karena itu, Kampung KB diharap dapat dibentuk dan dikembangan. Baik secara kuantitas di tiap desa/kelurahan maupun secara kualitas dengan makin bertambahnya klasifikasi Kampung KB pada tingkat mandiri dan berkelanjutan. 


Mardalena menjelaskan, di Riau saat ini ada sebanyak 1.812 Kampung KB. Sebanyak 178 Kampung KB di antaranya terklasifikasi Mandiri dan Berkelanjutan.


Di Riau, tuturnya, juga sudah terbit Surat Edaran (SE) Gubernur Riau Nomor: 463/DP3AP2KB/1500 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Berkualitas. 


Kemudian, ada juga Surat Keputusan (SK) Gubernur Riau Nomor: KPTS.6764/VII/2023 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung KB Provinsi Riau. Kedua regulasi ini, tambah Mardalena, mendukung program Kampung KB.


Sementara itu, Deputi pengendalian Penduduk BKKBN RI, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto menjelaskan bahwa Kampung KB adalah tindak lanjut dari peluncuran Inpres Nomor 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas. 


Dia menjelaskan, awalnya KB merupakan akronim dari Keluarga Berencana. Sekarang, artinya sudah berubah menjadi Keluarga Berkualitas.


Perbedaan antara Kampung Keluarga Berkualitas dengan Kampung Keluarga Berencana itu nyata. "Keluarga berkualitas ini menyasar semua aspek dalam pembangunan yang ada," ungkap Bonivasius.


Melalui program Kampung KB, yang ingin dicapai bukan hanya ketentraman dan kedamaian dalam rumah tangga dan keluarga. Kampung KB juga mendorong adanya kepedulian antartetangga.


Bonivasius memaparkan bahwa dunia saat ini tengah berubah. “Oleh sebab itu, kita juga harus berubah. Ubah pola pikir maka kita bisa mengubah hidup kita lebih baik," kata dia.


Dia menyebut, inovasi perlu dilakukan terus menerus dalam rangka memberdayakan masyarakat di kampung. (*)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow