Fokus Atasi Stunting, Ratusan Mahasiswa Unri Jalani Kukerta Berdampak di Kampar
Pemerintah Kabupaten Kampar menerima ratusan mahasiswa Universitas Riau peserta Kukerta Berdampak 2026 yang akan ditempatkan di berbagai desa. Program pengabdian ini diarahkan untuk mendukung pembangunan desa, penguatan UMKM, digitalisasi, hingga penanganan stunting sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
RINGKASAN BERITA:
- Ratusan mahasiswa Universitas Riau diterjunkan ke berbagai desa di Kampar melalui program Kukerta Berdampak 2026.
- Pemerintah Kabupaten Kampar meminta mahasiswa berkontribusi dalam pengembangan UMKM, digitalisasi desa, serta edukasi kesehatan dan penurunan stunting.
- Program Kukerta diarahkan untuk menghasilkan solusi nyata yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan desa.
RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Ratusan mahasiswa Universitas Riau (Unri) yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Tahun 2026 resmi mulai menjalankan pengabdian di Kabupaten Kampar.
Mereka akan diterjunkan ke sejumlah desa untuk membantu masyarakat melalui berbagai program yang berorientasi pada kebutuhan dan persoalan di lapangan.
Penerimaan peserta Kukerta Berdampak dilakukan secara resmi oleh Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., dalam upacara yang berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Kampar, Bangkinang, Senin (22/6/2026).
Dalam sambutannya, Misharti menyampaikan apresiasi kepada Universitas Riau yang kembali memilih Kabupaten Kampar sebagai lokasi pelaksanaan program pengabdian mahasiswa.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa.
"Pemerintah Kabupaten Kampar menyambut hangat kehadiran adik-adik mahasiswa. Kehadiran kalian di desa-desa bukan sekadar untuk memenuhi nilai akademik, tetapi membawa misi besar untuk memberikan dampak nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat," kata Dr. Hj. Misharti.
Ia menilai konsep Kukerta Berdampak sejalan dengan berbagai program prioritas Pemerintah Kabupaten Kampar, terutama dalam mempercepat pembangunan desa, menekan angka kemiskinan ekstrem, dan mendukung upaya penurunan stunting.
Karena itu, mahasiswa diminta aktif mengidentifikasi potensi desa sekaligus membantu mencarikan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
"Jadilah agen perubahan. Jaga nama baik almamater, hormati adat istiadat setempat di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Gunakan ilmu yang kalian dapat di bangku perkuliahan untuk berinovasi, baik di sektor UMKM, digitalisasi desa, maupun edukasi kesehatan," ujar Misharti.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Riau, Prof. Dr. Hermandra, M.A., menjelaskan bahwa mahasiswa peserta Kukerta akan ditempatkan di berbagai desa yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kampar.
Ia mengatakan program kerja yang dijalankan mahasiswa dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat sehingga diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih tepat sasaran.
"Kukerta Berdampak" menjadi bagian dari upaya Universitas Riau dalam mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat sekaligus mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.
Prosesi penerimaan ditandai dengan penyerahan daftar nama mahasiswa secara simbolis dari pihak Universitas Riau kepada Pemerintah Kabupaten Kampar.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pejabat di lingkungan Pemkab Kampar.
Setelah upacara selesai, Wakil Bupati Kampar menyempatkan diri berdialog dengan para mahasiswa serta memberikan motivasi sebelum mereka diberangkatkan menuju lokasi pengabdian masing-masing.
Melalui program ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat semakin memperkuat pembangunan desa sekaligus menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan sosial dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kampar. (*)