29 Pejabat Pemko Pekanbaru Dilantik, Wali Kota Tekankan Kerja Cepat

Wali Kota Pekanbaru melantik 29 pejabat baru untuk mendorong percepatan pembangunan sekaligus menekankan pentingnya integritas dalam pemerintahan.

29 Pejabat Pemko Pekanbaru Dilantik, Wali Kota Tekankan Kerja Cepat
Suasana pelantikan 29 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru, Jumat (17/4/2026) sore. (Sumber: Pekanbaru.go.id)

RINGKASAN BERITA: 

  • 29 pejabat dilantik dalam rotasi besar Pemko Pekanbaru
  • Wali Kota tekankan kerja cepat dan inovasi dalam pembangunan
  • Integritas jadi sorotan utama untuk hindari persoalan hukum.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melakukan penyegaran organisasi dengan melantik puluhan pejabat baru guna mempercepat kinerja pembangunan daerah.

Langkah ini juga diiringi penekanan kuat terhadap integritas aparatur agar tidak terjerat persoalan hukum.

Sebanyak 29 pejabat resmi dilantik dalam prosesi yang dipimpin langsung oleh Agung Nugroho di Aula lantai 6 Komplek Perkantoran Pemerintah Tenayan Raya, Jumat (17/4/2026) sore.

Para pejabat yang dilantik berasal dari berbagai jenjang jabatan, mulai dari pimpinan tinggi pratama, administrator, hingga pengawas.

Di antaranya terdapat dua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dua camat, lurah, kepala bidang, serta kepala seksi.

Dalam sambutannya, Agung menyebut rotasi jabatan merupakan hal yang lazim dalam birokrasi dan dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi.

Ia berharap pelantikan ini dapat meningkatkan motivasi kerja aparatur.

“Saya mengucapkan selamat kepada yang dilantik. Ini untuk penyegaran organisasi, untuk memotivasi dan lebih semangat lagi,” ujar Wako.

Ia juga menegaskan bahwa tantangan pemerintahan saat ini menuntut kinerja yang cepat dan inovatif, terutama dalam mendorong pembangunan daerah.

Karena itu, dibutuhkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan dinamika tersebut.

Lebih jauh, Agung menyoroti pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Ia mengingatkan bahwa tugas utama bukan sekadar menjalankan program, tetapi juga memastikan kepemimpinan berjalan tanpa pelanggaran hukum.

“Hari ini tantangannya cukup berat, bukan cari duit untuk wali kota, tapi menjaga pemimpinnya supaya tidak tersandung hukum,” tutur Agung.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum bagi Pemko Pekanbaru untuk memperkuat kinerja birokrasi sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. (*)