4.037 Mahasiswa Unri Turun ke Desa, Kukerta Berdampak 2026 Fokus Selesaikan Persoalan Masyarakat
Universitas Riau resmi melepas 4.037 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak 2026 yang akan diterjunkan ke berbagai daerah di Riau. Program bertema "Kukerta Berdampak: Unri Membangun Kampung" ini difokuskan untuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 4.037 mahasiswa Unri diterjunkan ke berbagai daerah di Riau melalui program Kukerta Berdampak 2026.
- Program mengusung tema "Kukerta Berdampak: Unri Membangun Kampung" dengan fokus membantu menyelesaikan persoalan nyata masyarakat.
- Kukerta tahun ini tidak hanya berlangsung di Riau, tetapi juga mencakup program kolaborasi di Kepulauan Riau dan Kukerta Internasional di Jawa Barat.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Sebanyak 4.037 mahasiswa Universitas Riau (Unri) akan diterjunkan ke berbagai daerah di Provinsi Riau melalui program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Tahun 2026.
Ribuan mahasiswa tersebut diharapkan menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan di tingkat desa dan kelurahan.
Program Kukerta Berdampak 2026 resmi diluncurkan di Lapangan Open Space Kampus Binawidya Unri, Kamis (18/6/2026).
Peresmian dilakukan langsung oleh Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.
Dalam sambutannya, SF Hariyanto menegaskan bahwa program Kukerta tidak hanya menjadi sarana pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga wadah pembelajaran yang memberikan pengalaman berharga di lapangan.
Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat akan memperluas wawasan mahasiswa sekaligus membangun kepedulian sosial dan semangat untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah.
“Program Kukerta akan memperkaya wawasan, memperkuat kepedulian dan semangat berkontribusi mahasiswa untuk kemajuan daerah, khususnya Provinsi Riau,” kata dia.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai bagian dari kekuatan pembangunan daerah yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Mahasiswa Kukerta adalah energi besar bagi pembangunan daerah, menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun Riau,” ujar Plt Gubri.
Sementara itu, Rektor Universitas Riau, Prof. Dr. Sri Indarti, SE, MSi, mengatakan kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya untuk belajar, tetapi juga untuk melakukan pemberdayaan dan membantu mencarikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Ia mengingatkan seluruh peserta Kukerta agar menghormati nilai-nilai budaya setempat serta membangun kolaborasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Hormati adat istiadat, bangun kolaborasi dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” ungkap rektor.
Menurutnya, program Kukerta diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan integritas yang kuat.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unri, Prof. Mubarak, MSi, menjelaskan bahwa pelaksanaan Kukerta tahun ini mengusung tema “Kukerta Berdampak: Unri Membangun Kampung”.
Ia menyebutkan, kegiatan tersebut berlangsung mulai 18 Juni hingga 1 Agustus 2026 dan tersebar di berbagai wilayah di Provinsi Riau.
Selain Kukerta Berdampak, Unri juga melaksanakan program Kukerta Bersama yang merupakan kolaborasi dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) dengan jumlah peserta 10 mahasiswa.
Di samping itu, terdapat program Kukerta Internasional hasil kerja sama dengan Universitas Siliwangi dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung yang diikuti tiga mahasiswa.
“Kukerta Bersama Umrah dilaksanakan pada 1–30 Agustus 2026 di Wilayah Kepulauan Riau, sedangkan Kukerta Internasional dilaksanakan pada 22 Juli 2026 - 20 Agustus 2026 di Wilayah Jawa Barat,” terang Prof. Mubarak.
Ia menambahkan, Kukerta Berdampak 2026 diarahkan pada lima prioritas utama, yakni memberikan solusi atas persoalan nyata masyarakat, mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mengimplementasikan hasil penelitian dan inovasi perguruan tinggi, memperkuat sinergi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat, serta menghasilkan dampak yang terukur dan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis mahasiswa peserta Kukerta dari Rektor Unri kepada Gubernur Riau yang selanjutnya diteruskan kepada pemerintah daerah yang menjadi lokasi pelaksanaan program.
Sebanyak 11 kabupaten dan kota di Provinsi Riau menjadi wilayah penempatan mahasiswa Kukerta, yakni Kabupaten Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, Kampar, Kuantan Singingi, serta Kota Dumai. (*)