Wabup Rokan Hulu Minta Intervensi Gizi Penanganan Stunting Tepat Sasaran hingga Desa

Wakil Bupati Rokan Hulu Syafaruddin Poti menegaskan intervensi gizi spesifik dan sensitif untuk percepatan penurunan stunting harus tepat sasaran hingga tingkat desa. Pemkab Rohul juga menyiapkan tiga strategi utama menyusul meningkatnya prevalensi stunting menjadi 21,4 persen berdasarkan SSGI 2024.

Wabup Rokan Hulu Minta Intervensi Gizi Penanganan Stunting Tepat Sasaran hingga Desa
Wakil Bupati Rokan Hulu, Syafaruddin Poti, saat membuka Rapat Koordinasi Tematik Stunting Tingkat Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2026, Kamis (16/7/2026). (Sumber: Diskominfo Rohul)

RINGKASAN BERITA:

  • Wabup Rokan Hulu meminta intervensi gizi penanganan stunting dipastikan tepat sasaran hingga tingkat desa.
  • Pemkab Rohul menyiapkan tiga strategi utama, mulai dari intervensi gizi, sanitasi, air bersih, hingga pembaruan data lapangan.
  • Angka stunting di Rokan Hulu berdasarkan SSGI 2024 tercatat naik menjadi 21,4 persen, sehingga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

RIAUCERDAS.COM, PASIR PENGARAIAN - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) memfokuskan upaya percepatan penurunan stunting tahun 2026 pada penyaluran intervensi gizi yang tepat sasaran hingga tingkat desa.

Langkah tersebut menjadi prioritas menyusul meningkatnya angka stunting di daerah itu berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.

Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Rokan Hulu, Syafaruddin Poti, saat membuka Rapat Koordinasi Tematik Stunting Tingkat Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2026, Kamis (16/7/2026).

Menurut Syafaruddin yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Rohul, seluruh program intervensi gizi spesifik maupun sensitif harus benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan hingga ke desa.

"Fokus utama konvergensi tahun ini memastikan intervensi gizi spesifik dan sensitif berjalan tepat sasaran langsung ketingkat desa," tutur Syafaruddin Poti.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Rohul, dr. Yeni Dwi Putri serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rohul.

Dalam kesempatan itu, Syafaruddin mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi agar program pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif.

"Mari bersama kita sukseskan program pencegahan stunting demi mewujudkan generasi masa depan Rohul yg sehat, cerdas dan berdaya saing tinggi," terangnya.

Pemkab Rohul menaruh perhatian serius terhadap hasil SSGI Tahun 2024 yang mencatat prevalensi stunting di daerah tersebut mencapai 21,4 persen.

Angka itu meningkat 5,5 poin persentase dibandingkan tahun 2023.

Untuk menekan angka tersebut, Syafaruddin memaparkan tiga strategi utama yang akan menjadi fokus pemerintah daerah.

Pertama, memastikan seluruh intervensi, baik intervensi spesifik di bidang kesehatan maupun intervensi sensitif seperti penyediaan sanitasi, air bersih, dan ketahanan pangan, terlaksana secara tepat sasaran hingga tingkat desa.

Strategi kedua adalah memperkuat intervensi sejak dini, dimulai dari calon pengantin, ibu hamil, hingga balita usia dua tahun agar memperoleh pemenuhan gizi dan layanan kesehatan secara optimal.

Sementara strategi ketiga adalah meminta seluruh kader dan tenaga kesehatan terus memperbarui data di lapangan agar program penanganan stunting dapat disusun berdasarkan kondisi yang akurat.

"Yang ketiga, seluruh kader dan tenaga kesehatan diminta terus memperbarui data lapangan," tuturnya.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Rohul berharap upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi. (adv)