Varian Covid-19 Cicada Sudah Terdeteksi di 23 Negara, UGM Pastikan Belum Masuk Indonesia

Varian baru Covid-19 bernama Cicada dilaporkan menyebar di 23 negara, namun hingga kini belum ditemukan di Indonesia dan tidak menunjukkan tingkat keganasan lebih tinggi.

Varian Covid-19 Cicada Sudah Terdeteksi di 23 Negara, UGM Pastikan Belum Masuk Indonesia
Ilustrasi Covid-19 Cicada. (Sumber: Diolah dengan AI)

RINGKASAN BERITA: 

  • Varian Cicada sudah terdeteksi di 23 negara namun belum masuk Indonesia
  • Tidak ada indikasi varian ini lebih ganas dibanding varian sebelumnya
  • Gejala dan pencegahan masih sama seperti Covid-19 pada umumnya.

RIAUCERDAS.COMKemunculan varian baru Covid-19 bernama Cicada di puluhan negara menjadi perhatian global, meski hingga kini Indonesia dipastikan masih bebas dari varian tersebut.

Guru Besar dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Tri Wibawa, menyatakan bahwa varian SARS-CoV-2 strain Omicron BA.3.2 atau Cicada pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada November 2024 dan kini telah dilaporkan di 23 negara hingga Februari 2026.

“Data yang ada tidak menunjukkan indikasi Cicada lebih ganas dibandingkan strain sebelumnya,” jelas Tri Wibawa dikutip dari laman UGM, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait masuknya varian tersebut ke Indonesia.

Ia juga menegaskan bahwa dari sisi medis, tidak ditemukan perbedaan signifikan antara Cicada dengan varian Covid-19 sebelumnya seperti Alpha, Beta, Gamma, Delta, dan Omicron.

Gejala yang ditimbulkan pun disebut serupa, mulai dari ringan hingga berat tergantung kondisi kesehatan individu.

“Tidak ada gejala spesifik yang membedakan pasien yang terinfeksi Cicada dengan pasien Covid-19 lainnya. Gejala bisa bervariasi, mulai dari ringan seperti influenza hingga berat, tergantung kondisi kesehatan dan imunitas pasien,” kata dia.

Terkait perlindungan vaksin, Tri Wibawa mengingatkan bahwa meski varian baru dapat memengaruhi efektivitas vaksin, individu yang telah divaksinasi tetap memiliki tingkat perlindungan lebih baik dibandingkan yang belum.

“Individu yang pernah terpapar atau mendapatkan vaksin tentu memiliki imunitas yang lebih siap dibandingkan yang belum pernah vaksinasi atau terinfeksi,” ujar Tri Wibawa.

Ia menegaskan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada tidak berbeda dengan penanganan Covid-19 secara umum, yakni dengan menjaga pola hidup sehat dan disiplin protokol kesehatan.

“Tidak ada langkah spesifik untuk Cicada. Masyarakat perlu tetap melakukan vaksinasi, menjaga pola hidup sehat, menjaga kebersihan dan sanitasi, menghindari kerumunan saat sakit, serta segera berkonsultasi ke dokter jika merasa tidak sehat,” tegasnya.

Dengan kondisi yang masih terkendali, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi penyebaran varian baru tersebut. (*)