Hari Keempat TKA Gelombang 2 Lancar, Lebih dari 1,5 Juta Siswa Ikuti Asesmen dalam Empat Sesi
Pelaksanaan TKA Gelombang 2 hari keempat berjalan lancar di seluruh Indonesia. Lebih dari 1,5 juta siswa mengikuti asesmen dengan sistem fleksibel yang menyesuaikan kondisi daerah.
RINGKASAN BERITA:
- Lebih dari 1,5 juta siswa mengikuti TKA dalam satu hari di empat sesi.
- Sistem fleksibel daring dan semi daring memungkinkan akses hingga daerah terbatas.
- Kelancaran pelaksanaan didukung kolaborasi pemerintah dan satuan pendidikan.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) terus menunjukkan skala besar dengan partisipasi jutaan siswa dalam satu hari.
Pada hari keempat Gelombang 2, lebih dari 1,5 juta peserta mengikuti asesmen yang berlangsung dalam empat sesi secara nasional.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA hingga hari keempat berjalan lancar di berbagai daerah, mencerminkan kesiapan sistem dan dukungan lintas pihak dalam penyelenggaraan asesmen pendidikan nasional.
Berdasarkan laporan sementara, pelaksanaan dimulai pukul 07.00 WIB hingga 15.30 WIB dan terbagi dalam empat sesi.
Sesi pertama diikuti 574.234 peserta, sesi kedua 563.632 peserta, sesi ketiga 318.985 peserta, dan sesi terakhir 73.139 peserta.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menyebut kelancaran pelaksanaan tidak terlepas dari perencanaan matang dan kesiapan teknis di lapangan.
“Pelaksanaan TKA yang berjalan lancar di berbagai daerah mencerminkan kesiapan teknis dan perencanaan yang matang dari satuan pendidikan. Fleksibilitas moda pelaksanaan yang diberikan juga menjadi kunci dalam menjawab beragam kondisi di lapangan, sehingga asesmen tetap dapat berlangsung optimal,” ujarnya di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Pelaksanaan TKA mengacu pada petunjuk teknis yang memberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan dalam memilih moda, baik daring maupun semi daring.
Kebijakan ini dirancang untuk menyesuaikan kondisi infrastruktur dan tantangan geografis di berbagai wilayah Indonesia.
Pada moda daring, pelaksanaan membutuhkan koneksi internet stabil selama ujian berlangsung.
Sementara pada moda semi daring, peserta tetap dapat mengerjakan soal tanpa koneksi internet langsung, dengan kebutuhan jaringan hanya pada tahap tertentu seperti sinkronisasi dan pengunggahan hasil.
Selain itu, sekolah juga diberikan fleksibilitas dalam menentukan skema pelaksanaan, baik secara mandiri maupun dengan menumpang di satuan pendidikan lain, sesuai kesiapan sarana dan sumber daya.
Secara umum, pelaksanaan hingga hari keempat menunjukkan bahwa sistem asesmen mampu mengakomodasi berbagai kondisi di lapangan, sehingga seluruh peserta tetap dapat mengikuti ujian secara optimal.
Toni juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan dalam mendukung kelancaran pelaksanaan TKA.
Ia mengapresiasi kontribusi seluruh pihak yang terlibat dan menekankan bahwa dukungan berkelanjutan menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas pelaksanaan hingga selesai.
“Dukungan yang berkelanjutan dari semua elemen menurutnya menjadi kunci penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan hingga akhir kegiatan,” pungkasnya. (*)


