Ribuan Orang Hadiri Tabligh Akbar Milad 111 Muhammadiyah di Masjid An Nur

Tabligh Akbar ini juga dihadiri oleh mantan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, Rektor Universitas Muhammadiyah Riau, Saidul Amin, dan beberapa tokoh Riau lainnya.

Dec 1, 2023 - 09:57
Dec 1, 2023 - 09:57
 0
Ribuan Orang Hadiri Tabligh Akbar Milad 111 Muhammadiyah di Masjid An Nur
Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin memberikan tausyiah saat acara Tabligh Akbar Milad 111 Muhammadiyah di Masjid An Nur Riau, Jumat (1/12/2023).

RIAUCERDAS.COM - Ribuan orang tumpah ruah di Masjid An Nur Riau dalam acara Tabligh Akbar Milad Ke-111 Muhammadiyah, Jumat (1/12/2023). Kegiatan yang dihadiri Gubernur Riau, Edy Natar Nasution ini sekaligus dikemas dengan Aksi Peduli Palestina.

Tabligh Akbar ini juga dihadiri oleh mantan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, Rektor Universitas Muhammadiyah Riau, Saidul Amin, dan beberapa tokoh Riau lainnya.

Din Syamsuddin dalam tausyiah singkatnya menyampaikan, Muhammadiyah masih bisa berkiprah sampai 111 tahun karena keikhlasan warga Muhammadiyah. "Kita bermuhammadiyah tiada lain semata hanya untuk mencari ridha Allah SWT," katanya.

Saat ini, peserta tabligh akbar ada yang datang dengan kendaraan umum, kendaraan pribadi bahkan berjalan kaki. Semua itu dilakukan karena rasa kecintaan pada Muhammadiyah. Menurut dia, saat ini warga Muhammadiyah tengah berjalan di jalan Allah. Apapun yang disumbangkan untuk organisasi adalah bentuk jihad fisabilillah.

Karenanya, Din berharap Muhammadiyah di Riau agar semakin berkiprah dan memberi makna pada masyarakat luas. Mulai dari ranting, cabang hingga tingkat wilayah.

Selain itu, Din juga menyampaikan, secara keorganisasian Muhammadiyah tak berafiliasi dengan partai politik manapun. Namun, pimpinan organisasi memberi kebebasan bagi warga Muhammadiyah untuk menentukan pilihannya masing-masing.

Namun secara pribadi, ia berharap warga Muhammadiyah memilih dengan akal sehat dan hati nurani. "Jangan karena emosi, paksaan atau karena dia dekat dengan kita. Jangan karena gimmick atau karena wajah mereka," kata dia. 

Din meminta agar memilih calon yang punya komitmen kebangsaan yang kuat. Bukan memilih orang yang mau menjual aset negara ke orang lain. Kemudian, dia berpesan agar pilih capres dan cawapres serta calon legislatif yang mau peduli pada aspirasi umat Islam.

Memilih pemimpin wajib hukumnya. Karena itu, Din meminta agar tidak main-main. Khususnya tidak terpengaruh oleh materi ketika menetapkan pilihan pada calon pemimpin.

Sementara, terkait Palestina, Din menyebut sudah kewajiban rakyat Indonesia untuk membela. Karena bagaimanapun juga, konstitusi Indonesia dengan jelas menolak segala penjajahan. 

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Riau, Hendri Sayuti berterima kasih pada warga persyarikatan yang sejak jam 5 pagi sudah memenuhi masjid An Nur. Dia bersyukur, kini Muhammadiyah sudah menapaki usia 111 tahun.

Dia menyebut, orang yang hadir saat ini adalah para penggerak persyarikatan. "Merekalah yang menggerakkan dari ranting, cabang hingga wilayah. Mereka yang menggerakkan TK, SD, SMP, SMA/SMK, dan madrasah di bawah persyarikatan Muhammadiyah," ungkap dosen UIN Suska Riau ini.

"Hari ini sekaligus ikhtiar menyelesaikan masalah kemanusiaan. Yaitu kepedulian dan solidaritas pada Palestina," ungkap Hendri.

Terkait pemilu 2024, Muhammadiyah telah mendeklarasikan diri istiqomah pada gerakan dakwah. Namun, Muhammadiyah tetap peduli agar Pemilu 2024 berjalan dengan baik dan aman. Dia juga ingin Pemilu bisa berkemajuan sesuai dengan langkah Muhammadiyah.

Terkait hal ini, dalam kegiatan itu juga dilakukan pelepasan balon oleh Hendri Sayuti, perwakilan Polda, Bawaslu dan KPU sebagai simbol Pemilu Bermartabat dan Berkemajuan.

Sementara itu, Gubernur Riau, Edy Natar Nasution dalam sambutannya mengaku pelaksanaan tabligh akbar ini sangat membanggakan. Pemprov Riau, katanya menyampaikan selamat melaksanakan milad ke-111 Muhammadiyah.

Edy juga mengapresiasi penggalangan dana untuk Palestina yang digelar bersamaan perayaan milad ini. Menurut dia, beberapa waktu lalu, aksi serupa pernah dilakukan bersama Ustad Abdul Somad dan berhasil mengumpulkan Rp 5 miliar lebih bantuan untuk Palestina.

Dia menilai, langkah ini sangat penting dalam menunjukkan kepedulian pada saudara-saudara di Palestina. "Saudara kita si Palestina berjihad dengan jiwa raganya. Kita di sini bisa berjihad dengan harta yang kita miliki," kata Edy. Karena itu, dia berharap penggalangan dana dilakukan dengan baik.

Sementara, Saidul Amin, Rektor UMRI menyebut ada sejumlah alasan kenapa harus peduli pada Palestina. Menurutnya, apa yang dilakukan Israel pada Palestina sudah melanggar batas kemanusiaan. Selain itu, sejarah mencatat bahwa selain Mesir, Palestina juga sudah mendukung kemerdekaan Indonesia.

Tak hanya itu, Saidul menambahkan, tidak sempurna iman seorang Muslim jika tidak mencintai saudaranya seperti dirinya sendiri. Termasuk saudara di Palestina. Selain itu, sebelum Indonesia berdiri, Muhammadiyah sudah mendukung kemerdekaan Palestina. (*)

 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow