Manggala Agni Ingatkan Ancaman Karhutla Meningkat Awal Juli

Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan di Riau diperkirakan meningkat pada awal Juli 2026. Peringatan itu disampaikan di tengah upaya pemadaman karhutla yang masih berlangsung di dua lokasi di Kabupaten Indragiri Hulu.

Manggala Agni Ingatkan Ancaman Karhutla Meningkat Awal Juli
Tim Manggala Agni Daops Sumatera VII berjibaku memadamkan api yang membakar lahan pada Minggu (28/6/2026) kemarin. (Sumber: Manggala Agni via Media Center Riau)

RINGKASAN BERITA:

  • Balai Dalkarhut memperingatkan potensi karhutla meningkat pada awal Juli berdasarkan prediksi BMKG.
  • Tim gabungan masih memadamkan kebakaran di dua lokasi di Kecamatan Rengat dengan dukungan dua helikopter water bombing.
  • Angin kencang dan asap tebal menjadi kendala utama dalam operasi pemadaman, sementara masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera mengingatkan seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat memasuki awal Juli 2026.

Imbauan tersebut disampaikan saat tim Manggala Agni masih melanjutkan operasi pemadaman di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan tingkat kerawanan karhutla akan mengalami peningkatan dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan prediksi BMKG, beberapa hari ke depan, khususnya memasuki awal Juli, tingkat kerawanan karhutla diperkirakan meningkat.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan api. Pencegahan jauh lebih penting daripada pemadaman," ujar, Minggu (28/6/2026).

Di tengah peringatan tersebut, tim Manggala Agni Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera masih berjibaku memadamkan kebakaran di dua lokasi berbeda di Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu.

Lokasi pertama berada di Kelurahan Sekip Hilir. Menurut Ferdian, pemadaman di kawasan itu telah memasuki hari kedua dengan estimasi luas lahan terdampak sekitar lima hektare.

Di Kelurahan Sekip Hilir, pemadaman sudah memasuki hari kedua.

Kondisi api memang belum padam seluruhnya, tetapi perimeter kebakaran sudah berhasil temu gelang.

"Saat ini asap masih berada di bagian tengah lokasi karena masih menghabiskan sisa bahan bakaran," papar Ferdian.

Sementara itu, penanganan karhutla di Desa Sungai Raya baru berlangsung pada hari pertama. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai tiga hektare.

Operasi pemadaman melibatkan personel Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat bersama TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta regu pemadam kebakaran perusahaan di sekitar lokasi.

Upaya dari udara juga dilakukan melalui operasi water bombing menggunakan dua unit helikopter.

Ferdian mengungkapkan angin kencang menjadi tantangan utama selama proses pemadaman karena mempercepat penyebaran api.

Selain itu, asap tebal sempat membatasi jarak pandang dan menghambat pergerakan personel di lapangan.

"Kendala utama di lapangan adalah angin yang cukup kencang sehingga api cepat menyebar," terangnya.

Selain itu, asap yang tebal juga sempat menyulitkan personel dalam melakukan pemadaman.

Namun, seluruh tim tetap bekerja maksimal agar api tidak meluas.

Ia memastikan seluruh personel akan kembali melanjutkan operasi pemadaman pada Senin (29/6/2026) hingga seluruh titik api benar-benar padam dan tidak lagi berpotensi menyala.

Ferdian berharap masyarakat ikut berperan dalam mencegah munculnya titik api baru selama periode rawan karhutla.

Ia juga meminta dukungan agar proses pemadaman berjalan lancar dan seluruh personel yang bertugas tetap diberikan keselamatan.

"Kami mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar proses pemadaman berjalan lancar dan seluruh personel yang bertugas di lapangan selalu diberikan keselamatan. Sinergi semua pihak sangat penting dalam menghadapi ancaman karhutla," tandasnya. (*)