Data BMKG, 229 Hotspot Muncul di Riau Saat Hujan Terus Turun

Meski hujan diprakirakan terjadi sepanjang hari di Riau, jumlah hotspot justru meningkat menjadi 229 titik. BMKG mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diwaspadai.

Data BMKG, 229 Hotspot Muncul di Riau Saat Hujan Terus Turun
Kondisi Karhutla di Riau beberapa waktu lalu. Minggu (29/3/2026), data BMKG mencatatkan 229 titik panas di Riau. (Sumber: BPBD Pelalawan)

RINGKASAN BERITA: 

  • Hotspot di Riau meningkat menjadi 229 titik meski hujan turun hampir sepanjang hari
  • Kabupaten Bengkalis jadi wilayah dengan hotspot terbanyak mencapai 147 titik
  • BMKG peringatkan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Fenomena kontras terjadi di Provinsi Riau pada Minggu (29/3/2026).

Di tengah dominasi hujan hampir sepanjang hari, jumlah titik panas atau hotspot justru melonjak hingga 229 titik, menandakan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih tinggi.

Data ini menempatkan Riau sebagai salah satu penyumbang hotspot terbesar di Pulau Sumatra, dari total 352 titik yang terdeteksi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa curah hujan belum sepenuhnya mampu menekan potensi kebakaran di wilayah ini.

Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Pekanbaru, Deby C, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas ringan hingga sedang telah terjadi sejak pagi di sejumlah wilayah, seperti Bengkalis, Siak, Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, Kota Dumai, dan Pekanbaru.

Hujan diprakirakan masih berlanjut pada siang hingga sore hari di wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, serta Pekanbaru.

Memasuki malam hingga dini hari, hujan diperkirakan tetap terjadi di sebagian besar wilayah Riau, termasuk Bengkalis, Siak, Kampar, hingga Pekanbaru.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada sore hingga dini hari di sejumlah wilayah.

Seperti Bengkalis, Siak, Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, Kota Dumai, dan Pekanbaru.

Di sisi lain, sebaran hotspot di Riau didominasi oleh Kabupaten Bengkalis dengan 147 titik, diikuti Pelalawan sebanyak 36 titik dan Indragiri Hilir 35 titik.

Kota Dumai tercatat memiliki 9 titik, sementara Kampar dan Indragiri Hulu masing-masing satu titik.

Secara regional, jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 352 titik, dengan kontribusi lain berasal dari Kepulauan Riau sebanyak 81 titik, Jambi 11 titik, Bangka Belitung 12 titik, serta Aceh dan Sumatera Selatan masing-masing 9 titik.

BMKG mencatat suhu udara di Riau berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembapan antara 50 hingga 99 persen.

Angin bertiup dari arah timur laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam, sementara tinggi gelombang laut berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau tergolong rendah.

Kondisi ini menegaskan bahwa meskipun hujan masih mendominasi, potensi karhutla tetap harus diwaspadai, terutama di wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi. (*)