1.334 Peserta Ikuti Tes Tahap II Sekolah Garuda,
Sebanyak 1.334 peserta mengikuti Tes Tahap II PPDB SMA Unggul Garuda di 43 lokasi sebagai bagian dari program mencetak generasi unggul berbasis STEM.
RINGKASAN BERITA:
- 1.334 peserta ikuti Tes Tahap II di 43 lokasi seluruh Indonesia
- Sekolah Garuda siapkan siswa unggul berbasis STEM dan kurikulum internasional
- Seluruh siswa terpilih akan mendapat beasiswa penuh dari negara.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Seleksi ketat dalam program Sekolah Unggul Garuda terus berlanjut dengan digelarnya Tes Tahap II yang diikuti 1.334 peserta dari seluruh Indonesia.
Ujian ini menjadi tahap penting dalam menjaring calon siswa terbaik untuk disiapkan sebagai sumber daya manusia unggul masa depan.
Tes yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi tersebut berlangsung serentak di 43 lokasi pada Kamis (16/4/2026), mencakup tiga zona waktu di Indonesia.
Dari total 1.478 peserta yang lolos tahap awal, sebagian besar hadir untuk mengikuti seleksi lanjutan ini.
Tahap II meliputi Tes Potensi Akademik serta Tes Akademik yang mencakup mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
Seleksi ini dirancang untuk mengukur kemampuan dasar sekaligus kesiapan akademik peserta.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, sebelumnya menegaskan bahwa program Sekolah Garuda merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun SDM unggul.
“Sumber daya manusia unggul adalah kunci keberhasilan pembangunan bangsa. Peluncuran seleksi PPDB Sekolah Garuda ini merupakan fondasi awal untuk menyiapkan generasi pemimpin masa depan Indonesia,” ujarnya.
Sekolah Garuda dirancang sebagai ekosistem pendidikan unggulan dengan kurikulum bertaraf internasional, fasilitas modern, serta tenaga pendidik berkualitas.
Fokus utamanya adalah pengembangan bidang STEM sekaligus pembentukan karakter dan wawasan global siswa.
Menariknya, seluruh siswa yang lolos akan mendapatkan beasiswa penuh dari negara, sehingga akses pendidikan tidak lagi bergantung pada kondisi ekonomi, melainkan potensi dan prestasi.
Pelaksanaan tes di wilayah Jawa dan Bali salah satunya berlangsung di Universitas Gunadarma.
Salah satu peserta, Stefanus Christian Julianto, mengaku optimistis meski menghadapi tantangan soal.
“Perasaan saya senang, meskipun beberapa soal yang belum sempat saya pelajari, tapi saya percaya diri karena saya sudah belajar semaksimal mungkin dan saya mengandalkan semua kepada Tuhan,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Labib Nafi Sadoni yang yakin mampu bersaing dengan peserta lain dari seluruh Indonesia.
“Tes seleksi masuk Sekolah Garuda ini diikuti oleh banyak peserta dari Sabang sampai Merauke yang bersaing secara sehat di tingkat nasional, tapi aku yakin pasti bisa bersaing dengan peserta lainnya,” tegas Labib. (*)


