UIN Suska Riau Gandeng Akademisi Belanda, Dorong Integrasi Sawit dan Sapi Berbasis Pertanian Berkelanjutan
UIN Suska Riau menghadirkan akademisi internasional untuk mengkaji sistem integrasi sapi dan kelapa sawit sebagai model pertanian berkelanjutan berbasis riset ilmiah.
RINGKASAN BERITA:
- UIN Suska gandeng akademisi Belanda bahas integrasi sapi dan sawit
- Konsep pertanian regeneratif jadi fokus pengembangan sistem pertanian
- Penekanan pada riset berbasis data untuk memperkuat inovasi pertanian.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Upaya pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis riset ilmiah diperkuat Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau melalui kolaborasi akademik internasional yang menghadirkan pakar dari luar negeri.
Melalui kegiatan International Lecture bertema “Sustainable Cattle–Oil Palm Integration System for Future Agriculture”, kampus yang berbasis di Pekanbaru ini mengangkat konsep integrasi sapi dan kelapa sawit sebagai solusi pertanian masa depan.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (9/4/2026) di Auditorium Gedung Rektorat tersebut dihadiri sivitas akademika Fakultas Pertanian dan Peternakan serta menghadirkan narasumber dari Wageningen University, yakni Maja Slingerland dan Aaf.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Suska Riau, Raihani, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan integrasi ilmu pengetahuan dan nilai keislaman dalam pengembangan akademik.
“Tujuan dan semangat utama dari transformasi dari IAIN menjadi UIN adalah untuk mengintegrasikan nilai-nilai serta ajaran Islam ke dalam ilmu pengetahuan umum,” jelas Prof. Raihani.
Dalam pemaparannya, Prof. Maja menyoroti konsep pertanian regeneratif yang menekankan praktik seperti penggunaan tanaman penutup tanah, rotasi tanaman, integrasi ternak, serta pemanfaatan input organik untuk meningkatkan kesehatan tanah dan keberlanjutan ekosistem.
Ia juga menilai pentingnya penguatan pendekatan berbasis data dalam pengembangan sistem pertanian di lingkungan kampus.
Menurutnya, konsep keberlanjutan harus didukung oleh bukti ilmiah yang kuat agar mampu menjawab tantangan di lapangan.
Diskusi yang berlangsung turut menekankan perlunya kajian empiris guna menutup kesenjangan pengetahuan serta memperkuat inovasi pertanian tropis yang adaptif dan berkelanjutan.
Melalui forum ilmiah ini, UIN Suska Riau berupaya memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan pertanian berbasis riset, sekaligus mendorong lahirnya model integrasi pertanian yang produktif dan ramah lingkungan di tingkat lokal maupun nasional. (*)


