Mahasiswa Kukerta Unri Kenalkan Tungku Roket untuk Kurangi Asap Pembakaran Sampah di Inhu

Mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau memperkenalkan tungku roket sebagai alternatif pembakaran sampah rumah tangga yang menghasilkan lebih sedikit asap di Desa Perkebunan Sungai Parit, Kabupaten Indragiri Hulu.

Mahasiswa Kukerta Unri Kenalkan Tungku Roket untuk Kurangi Asap Pembakaran Sampah di Inhu
Mahasiswa Kukerta Unri Desa Perkebunan Sungai Parit bersama pemuda desa menyusun struktur tungku roket. (Sumber: Tim Kukerta Unri Desa Perkebunan Sungai Parit)

RINGKASAN BERITA:

  • Mahasiswa Kukerta Unri membangun tungku roket sebagai solusi pembakaran sampah rumah tangga dengan asap yang lebih minim.
  • Inovasi tersebut diharapkan mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat kebiasaan pembakaran sampah secara terbuka.
  • Pembangunan tungku dilakukan secara gotong royong bersama pemuda Desa Perkebunan Sungai Parit dan telah berhasil diuji coba.

RIAUCERDAS.COM, INDRAGIRI HULU - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (Unri) Membangun Kampung 2026 menghadirkan solusi pengelolaan sampah rumah tangga melalui pembuatan Tungku Roket (Rocket Stove) di Desa Perkebunan Sungai Parit, Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). 

Teknologi sederhana tersebut diperkenalkan sebagai alternatif pembakaran sampah yang menghasilkan asap lebih minim dibandingkan metode pembakaran terbuka yang selama ini dilakukan warga.

Program dilaksanakan mulai 21 Juli hingga 31 Juli 2026 dengan dipimpin Ketua Kelompok Kukerta, Ryan Aditya Prayoga, bersama seluruh anggota kelompok melibatkan Ketua Pemuda beserta para pemuda Desa Perkebunan Sungai Parit dalam proses pembangunannya.

Menurut Ryan, pembuatan tungku roket dilatarbelakangi masih tingginya kebiasaan masyarakat membakar sampah rumah tangga secara terbuka yang menghasilkan asap tebal.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menurunkan kualitas kesehatan pernapasan masyarakat, termasuk meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Sebelum pembangunan dimulai, mahasiswa Kukerta melakukan koordinasi dan mempresentasikan rencana program kepada pemerintah desa.

Dalam pembahasan tersebut, Sekretaris Desa Perkebunan Sungai Parit, Marhadi, mengusulkan agar lokasi pembangunan ditempatkan di kawasan pasar desa yang berada di dekat kantor desa.

Usulan tersebut kemudian menjadi dasar penentuan lokasi pembangunan.

Tungku dibuat menggunakan susunan batako yang membentuk ruang pembakaran vertikal lengkap dengan saluran udara pada bagian atas. 

Seluruh proses pengerjaan dilakukan secara bergotong royong oleh mahasiswa Kukerta bersama para pemuda desa.

Setelah selesai dibangun, tungku roket diuji coba menggunakan sampah rumah tangga.

Hasil pengujian menunjukkan pembakaran menghasilkan asap yang jauh lebih sedikit dibandingkan pembakaran terbuka sehingga diharapkan mampu mengurangi paparan asap terhadap masyarakat.

Marhadi, mengapresiasi inovasi yang dibawa mahasiswa Kukerta Unri tersebut.

"Programnya sangat bagus, karena sampah yang dibakar menghasilkan asap yang minim. Semoga program ini dapat menjadi contoh bagi warga," kata dia.

Melalui program tersebut, mahasiswa Kukerta Berdampak Unri berharap tungku roket dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih sehat dan ramah lingkungan, sekaligus membantu menekan risiko gangguan kesehatan pernapasan akibat pembakaran sampah secara terbuka. (rls)