Implementasi Kurikulum Merdeka, SMAN 7 Pekanbaru Gelar Festival Panen Karya

Kurikulum merdeka menjadi suatu hal yang penting untuk menjadi perhatian bersama. Karena kurikulum merdeka merupakan bagian dari transisi antara dunia pendidikan yang lalu dengan pendidikan sekarang.

Nov 28, 2022 - 20:23
Nov 28, 2022 - 20:24
 0
Implementasi Kurikulum Merdeka, SMAN 7 Pekanbaru Gelar Festival Panen Karya
Plt Kepala Dinas Pendidikan Riau, M Job Kurniawan hadir dalam Festival Panen Karya di SMAN 7 Pekanbaru, Senin (28/11/2022) (Sumber: Media Center Riau)

RIAUCERDAS.COM -  SMAN 7 Pekanbaru menggelar Festival Panen Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Siswa (P5) pada Senin (28/11/2022). Festival ini dibuka oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) M Job Kurniawan.


Diterangkan Kepala SMAN 7 Pekanbaru, Nurhafni, Festival Panen Karya ini merupakan program P5 perdana dari implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini merupakan projek penguatan pancasila di SMAN 7 Pekanbaru. 


Festival itu mengangkat tema "Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bhinneka Tunggal Ika, Bangunkan Jiwa san Raganya, Suara Demokrasi, Berekayasa dan Berteknologi Untuk Membangun NKRI dan Kewirausahaan".


Dijelaskan Nurhafni, pihaknya sudah melaksanakan implementasi kurikulum merdeka, mandiri berubah. Dimana, dalam waktu lebih kurang lima bulan, siswa telah menerapkan kurikulum merdeka belajar. 


Hasilnya, siswa kini mampu mengaktualisasikan dan mengekspresikan bakatnya. Hal itu ditunjukkan dengan menghasilkan berbagai inovasi baru. 


Dalam P5 itu, tambah Nurhafni, ada tujuh tema. Pada tahun 2021/2022 ini, para siswa menyelesaikan tiga tema yang sudah dijalankan selama hampir satu semester ini. Diawali dengan menetapkan tema proyek di awal semester lalu dilanjutkan dengan proses kreasi serta produksi yang di dalamnya mengintegrasikan perangkat IT. 


"Para siswa belajar tentang P5 tersebut dengan para guru. Hasil dari pelajaran mereka terkait P5 tersebut dapat dilihat dari festival panen karya ini," ungkap dia seperti dilansir dari Media Center Riau. 


Sementara, Plt Kadisdik menyatakan bahwa kurikulum merdeka menjadi suatu hal yang penting untuk menjadi perhatian bersama. Karena kurikulum merdeka merupakan bagian dari transisi antara dunia pendidikan yang lalu dengan pendidikan sekarang.


M Job menambahkan, munculnya profil Pancasila bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada para siswa bahwa inilah NKRI. Yaitu bangsa yang memiliki dasar negara Pancasila dan UUD 1945.


Profil Pancasila memiliki enam komponen. Komponen pertama adalah beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Masa Esa, berkebinekaan global, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis dan mandiri.


"Mudah mudahan ini juga menjadi bagian dalam rangka menciptakan diri yang lebih baik," kata dia.


Kemudian, komponen yang kedua yaitu berkebinekaan Global. "Tidak hanya berjiwa bhineka tunggal ika namun kita juga harus memiliki jiwa global," lanjut M Job.
Dalam profil pelajar pancasila juga harus ada bergotong royong. Di mana gotong royong ini juga menjadi warisan budaya Indonesia.


"Walaupun kegiatan ini ditaja oleh kelas X, namun kelas 11 dan 12 jangan berkecil hati. Tuntunlah dan dukunglah adik adiknya agar dapat mengeluarkan potensi dirinya masing-masing," ungkapnya. 


Dalam profil pelajar Pancasila, para siswa juga harus mandiri dan bernalar kritis. "Harus memiliki insting dan gambaran terhadap pikiran, lingkungan dan apa yang terjadi di sekitar kita," imbuhnya.


Selain itu, dalam profil pelajar pancasila, para siswa juga harus kreatif dalam memberikan ide-ide juga inovasi guna memajukan dunia pendidikan kedepannya.
"Festival Panen Karya ini untuk melihat kreativitas anak anak kita di sekolah. Semoga melalui kegiatan ini, dapat terlihat bahwa kurikulum merdeka memang menjadi langkah yang sangat baik dalam rangka perbaikan sekolah," ujar M Job. (*)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Hendra Moderator, penulis