Revitalisasi Sekolah Capai 16 Ribu Satuan, Kemendikdasmen Prioritaskan Daerah 3T
Program revitalisasi pendidikan Kemendikdasmen telah menjangkau lebih dari 16 ribu sekolah dengan anggaran Rp16,9 triliun, difokuskan pada daerah 3T, terdampak bencana, dan sekolah rusak berat.
RINGKASAN BERITA:
- Revitalisasi sekolah menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan dengan anggaran Rp16,9 triliun.
- Fokus utama pada daerah 3T, sekolah terdampak bencana, dan bangunan rusak berat.
- Perbaikan infrastruktur terbukti meningkatkan kenyamanan dan kualitas pembelajaran siswa.
RIAUCERDAS.COM, PATI - Program revitalisasi satuan pendidikan yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menjangkau lebih dari 16 ribu sekolah di seluruh Indonesia.
Capaian ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan, terutama di wilayah prioritas seperti daerah 3T dan sekolah terdampak bencana.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kebijakan revitalisasi difokuskan pada sekolah dengan kondisi paling membutuhkan, guna menjamin proses belajar berlangsung aman dan layak.
“Revitalisasi satuan pendidikan kami fokuskan pada sekolah terdampak bencana, daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta sekolah yang mengalami kerusakan berat, sebagai upaya memastikan seluruh peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan layak,” ujar Mendikdasmen saat meresmikan revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Pati di SMP Negeri 8 Pati, Minggu (12/4/2026).
Pada 2025, program ini didukung anggaran sebesar Rp16,9 triliun yang digunakan untuk pembangunan dan rehabilitasi berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, ruang komputer, hingga sarana sanitasi.
Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sebanyak 90 satuan pendidikan telah menerima manfaat dari program tersebut.
Perbaikan infrastruktur ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi siswa dan tenaga pendidik.
Salah satu sekolah penerima, SMP Negeri 1 Gembong, merasakan perubahan signifikan setelah revitalisasi dilakukan.
Kepala sekolah, Istiana, mengungkapkan bahwa sebelumnya kondisi bangunan cukup memprihatinkan dan kerap mengganggu kegiatan belajar.
“Sebelum direvitalisasi, kondisi bangunan sekolah kami mengalami kerusakan dari lantai hingga atap. Saat hujan, air masuk ke ruang kelas sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi terganggu,” ujarnya.
Setelah perbaikan, suasana belajar di sekolah tersebut menjadi lebih aman dan nyaman. Hal ini turut meningkatkan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran.
“Setelah revitalisasi, pembelajaran menjadi jauh lebih aman dan nyaman. Siswa merasa lebih senang berada di sekolah, dan suasana belajar menjadi lebih kondusif,” tambahnya.
Istiana juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kondisi sekolah, yang dinilai sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dalam menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak dan berkualitas,” kata dia.
Hal senada disampaikan Pelaksana tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang menilai program revitalisasi memberikan dampak nyata terhadap peningkatan sarana pendidikan di daerahnya.
“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat. Bantuan revitalisasi ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Pati,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, Kemendikdasmen juga menekankan pentingnya penggunaan data akurat sebagai dasar perencanaan program agar pelaksanaan revitalisasi lebih tepat sasaran.
Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan terus diperkuat agar program ini dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan nasional. (*)


