PAD Rohul Ditargetkan Tembus 100 Persen, Pemkab Retribusi Daerah

Pemkab Rokan Hulu menargetkan realisasi PAD dari retribusi hingga 100 persen dengan memperkuat koordinasi lintas OPD.

PAD Rohul Ditargetkan Tembus 100 Persen, Pemkab Retribusi Daerah
PJ Sekretaris Daerah Rokan Hulu Drs Yusmar MSi memimpin rapat evaluasi PAD retribusi pada Selasa (14/4/2026). (Sumber: Diskominfo Rohul)

RINGKASAN BERITA:

  • Pemkab Rohul targetkan PAD retribusi hingga 100 persen
  • Bapenda ditunjuk sebagai koordinator pengelolaan lintas OPD
  • Sejumlah OPD masih minim realisasi, bahkan ada yang nol persen.

RIAUCERDAS.COM, PASIR PENGARAIAN - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) menargetkan lonjakan signifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi dengan capaian hingga 90–100 persen pada tahun 2026.

Langkah ini diambil sebagai respons atas berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat evaluasi yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah, Yusmar, bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kantor bupati, Selasa (14/4/2026).

Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah mengevaluasi capaian retribusi tahun berjalan sekaligus merumuskan strategi peningkatan untuk tahun ini dan tahun berikutnya.

"Kita cari solusi bagaimana ini terlaksana dengan baik," kata Yusmar.

Ia menegaskan bahwa target tahun ini harus melampaui capaian sebelumnya yang berada di kisaran 70 persen.

Untuk itu, berbagai potensi retribusi baru juga mulai dipetakan sebagai sumber peningkatan PAD.

Guna memperkuat pengelolaan, Pemkab Rohul sepakat menunjuk Badan Pendapatan Daerah Rohul sebagai koordinator utama pengumpulan retribusi lintas OPD.

"Ada 12 dinas terkait sudah sepakat akan dikoordinir Kaban Bapenda untuk melaksanakan itu," kata dia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bapenda Rohul, Zulheri, menyebut target PAD dari sektor retribusi tahun ini mencapai Rp11 miliar.

Pada triwulan pertama, beberapa OPD bahkan sudah melampaui target, meski sebagian lainnya masih tertinggal.

Ia mengungkapkan terdapat OPD dengan capaian rendah, bahkan ada yang belum mencatatkan realisasi sama sekali.

Salah satunya berasal dari sektor pekerjaan umum yang belum memanfaatkan potensi penyewaan alat berat.

"PUPR misalnya masih nol persen karena mereka belum ada menyewakan alat berat. Semua alat masih dipakai mereka tapi biasanya mereka selalu penuhi target di akhir tahun," jelasnya.

Zulheri juga mengakui adanya sejumlah kendala dalam penarikan retribusi, baik dari sisi teknis maupun operasional.

Meski demikian, ia optimistis capaian akan meningkat pada triwulan berikutnya.

"Kami berharap dengan acara ini, terkait dengan evaluasi dan koordinasi pada lintas OPD terkait retribusi, bisa menambah semangat sehingga target kita tercapai," harapnya.

Dengan penguatan koordinasi dan evaluasi berkala, Pemkab Rohul optimistis sektor retribusi dapat menjadi penopang utama peningkatan PAD di tengah keterbatasan anggaran dari pusat. (*)