FK Unri Kukuhkan 48 Dokter Baru pada Yudisium dan Sumpah Dokter ke-73

Fakultas Kedokteran Universitas Riau kembali melahirkan 48 dokter baru melalui Yudisium dan Sumpah Dokter ke-73. Momentum ini menegaskan komitmen Unri dalam mencetak tenaga medis yang beretika, kompeten, dan berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.

FK Unri Kukuhkan 48 Dokter Baru pada Yudisium dan Sumpah Dokter ke-73
Suasana Yudisium dan Sumpah Dokter ke-73 Fakultas Kedokteran Universitas Riauyang digelar di Gedung Student Center Universitas Riau, Selasa (27/1/2026). (Sumber: Humas Unri)

RINGKASAN BERITA: 

  • FK Unri mengukuhkan 48 lulusan pada Yudisium dan Sumpah Dokter ke-73.

  • Lulusan diingatkan menjunjung tinggi etika dan nilai kemanusiaan.

  • Hadirnya pimpinan rumah sakit memperkuat kolaborasi pendidikan dan pelayanan medis.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Fakultas Kedokteran Universitas Riau (Unri) kembali melahirkan tenaga medis profesional melalui kegiatan Yudisium dan Sumpah Dokter ke-73 yang digelar di Gedung Student Center Universitas Riau.

Sebanyak 48 dokter baru secara resmi diambil sumpahnya untuk mengabdikan diri di bidang kesehatan dan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Riau yang diwakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof Dr Hermandra MA.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada para lulusan sekaligus menekankan pentingnya etika dan nilai kemanusiaan dalam menjalankan profesi dokter.

“Hari ini bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari pengabdian panjang sebagai seorang dokter. Kami berharap para dokter baru Universitas Riau dapat menjalankan profesinya dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi etika kedokteran, serta mengedepankan nilai kemanusiaan dalam setiap pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sambutan serupa disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Riau, Dr dr TB Odih Rhomdani Wahid SpBA SubSp DA K MKM FIAPS.

 Ia menyampaikan rasa bangga atas capaian para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan profesi dokter, sekaligus mengingatkan pentingnya integritas dan kompetensi dalam menghadapi tantangan dunia medis.

Prosesi yudisium dan sumpah dokter ditutup dengan pengucapan Sumpah Dokter yang dipimpin oleh perwakilan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK).

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sumpah dokter serta penyematan simbol profesi kepada para lulusan.

Acara ini turut dihadiri jajaran pimpinan Fakultas Kedokteran Universitas Riau serta para direktur dan pimpinan rumah sakit di Kota Pekanbaru sebagai bentuk sinergi antara institusi pendidikan kedokteran dan fasilitas layanan kesehatan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Riau menegaskan komitmennya dalam mencetak dokter yang kompeten, beretika, dan siap mengabdi bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (*)