Pemerintah Kucurkan Rp16,9 Triliun Revitalisasi Sekolah, Mendikdasmen Tekankan Pendidikan Bermutu
Pemerintah menegaskan komitmen membangun pendidikan berkualitas melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran. Pada 2025, anggaran Rp16,9 triliun dialokasikan untuk lebih dari 16 ribu sekolah, sementara pada 2026 ditargetkan hingga 71 ribu satuan pendidikan menerima dukungan revitalisasi.
RINGKASAN BERITA :
- Rp16,9 triliun dialokasikan pemerintah pada 2025 untuk revitalisasi lebih dari 16 ribu sekolah.
- Tahun 2026 ditargetkan 71 ribu satuan pendidikan menerima program revitalisasi.
- Digitalisasi pembelajaran diperkuat lewat distribusi ratusan ribu Papan Interaktif Digital.
RIAUCERDAS.COM, MEDAN - Pemerintah terus memperkuat komitmen membangun sumber daya manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan.
Upaya tersebut dilakukan lewat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Program Digitalisasi Pembelajaran yang menjadi prioritas nasional.
Komitmen ini ditegaskan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat meresmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di SMK Negeri 7 Medan, Sumatra Utara, Minggu (4/1/2026).
Menurutnya, pendidikan bermutu hanya dapat terwujud jika ditopang sarana prasarana yang layak serta pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk revitalisasi dan pembangunan sekolah baru pada 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Lebih dari 85 persen proyek revitalisasi tersebut telah rampung dan dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.
Memasuki 2026, pemerintah kembali menyiapkan anggaran APBN untuk merevitalisasi sekitar 11.744 satuan pendidikan.
Selain itu, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, ditargetkan penambahan minimal 60.000 satuan pendidikan penerima revitalisasi, sehingga totalnya mencapai sedikitnya 71.000 satuan pendidikan.
Di Provinsi Sumatra Utara, pada 2025 terdapat 897 satuan pendidikan penerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran Rp852,49 miliar.
Berdasarkan progres pelaksanaan, 39 persen telah selesai 100 persen, 13,8 persen berada pada progres 95–99 persen, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian.
“Khusus di Kota Medan, bantuan revitalisasi diberikan kepada 48 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp47,41 miliar. Kami menargetkan seluruh proses dapat diselesaikan paling lambat akhir Januari 2026,” ujar Abdul Mu’ti.
Selain revitalisasi fisik, pemerintah juga memperkuat kualitas pembelajaran melalui Program Digitalisasi Pembelajaran.
Sepanjang 2025, Kemendikdasmen telah mendistribusikan 288.865 Papan Interaktif Digital (PID) ke satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Di Sumatra Utara, sebanyak 17.073 PID telah disalurkan dan akan dimanfaatkan mulai semester genap Tahun Ajaran 2025/2026.
Sementara di Kota Medan, 2.047 PID telah didistribusikan untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif.
“Revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran adalah dua pilar utama transformasi pendidikan nasional. Kami ingin memastikan sekolah menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” tegas Mendikdasmen.
Tanggapan Gubernur
Gubernur Sumatra Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap percepatan revitalisasi dan digitalisasi pendidikan di wilayahnya.
Menurutnya, kedua program tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pemerataan akses.
Apresiasi juga disampaikan penerima manfaat program. Kepala SMKN 7 Medan, Herawati Lubis, menyebut sekolahnya menerima bantuan revitalisasi senilai Rp3,17 miliar serta perangkat digital pembelajaran yang memperkuat pendidikan vokasi berbasis teknologi.
Sementara itu, Kepala UPT SDN 067253 Medan Deli, Evayanti, mengapresiasi bantuan pembangunan sarana sanitasi berupa dua unit toilet, termasuk untuk murid disabilitas, yang dinilai meningkatkan kenyamanan dan kualitas lingkungan belajar.
Melalui penguatan revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran secara berkelanjutan, pemerintah terus mendorong pemerataan pendidikan dan percepatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing. (*)