Dua Siswa Kampar Tembus 10 Besar Nasional Olimpiade Literasi Kebangsaan

Dua pelajar SMPN 1 Kampar Kiri Hilir berhasil masuk 10 besar nasional Olimpiade Literasi Kebangsaan, menunjukkan potensi besar siswa daerah di tingkat nasional.

Dua Siswa Kampar Tembus 10 Besar Nasional Olimpiade Literasi Kebangsaan
Dua pelajar SMPN 1 Kampar Kiri Hilir berhasil masuk 10 besar nasional Olimpiade Literasi Kebangsaan. (Sumber: Media Center Kampar)

RINGKASAN BERITA: 

  • Dua siswa Kampar masuk 10 besar nasional Olimpiade Literasi Kebangsaan
  • Kompetisi berlangsung daring dan menuntut fokus serta kejujuran tinggi
  • Dukungan sekolah dan pembinaan jadi kunci keberhasilan.

RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Prestasi pelajar daerah kembali mencuri perhatian di tingkat nasional.

Dua siswa dari UPT SMPN 1 Kampar Kiri Hilir berhasil menembus 10 besar Olimpiade Literasi Kebangsaan tingkat SMP/MTs.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan di daerah mampu bersaing secara nasional.

Kedua siswa tersebut, Kholid Khoirul Azam dan Fatma Yeni, mencatatkan skor tinggi dalam kompetisi yang menguji kemampuan literasi sekaligus kecepatan berpikir.

Kholid meraih nilai 97 dari 100 dengan waktu 14 menit 23 detik dan menempati posisi harapan II, sementara Fatma mencatat skor sama dengan selisih waktu tipis, yakni 14 menit 35 detik.

Guru pembimbing, Yeni Elfita, menjelaskan bahwa kompetisi berlangsung secara bertahap mulai dari tingkat kabupaten pada 10 Januari 2026, provinsi 5 Februari 2026, hingga nasional pada 10 April 2026, yang seluruhnya dilaksanakan secara daring.

“Semua tahapan dilaksanakan secara online. Ini menuntut siswa lebih mandiri dan disiplin, karena tidak ada pengawasan langsung seperti lomba tatap muka,” tutur Yeni.

Ia menambahkan, tantangan dalam sistem daring tidak hanya terletak pada penguasaan materi, tetapi juga pada kemampuan menjaga fokus dan kejujuran selama kompetisi berlangsung.

“Yang dilatih bukan hanya kemampuan menjawab soal, tapi juga ketahanan fokus dan kejujuran. Ini bagian dari karakter,” ujarnya.

Proses pembinaan dilakukan melalui latihan rutin, diskusi, serta pendalaman materi kebangsaan.

Dukungan sekolah juga dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan tersebut, termasuk peran Kepala Sekolah Yusrial yang memberikan ruang pembinaan bagi siswa.

Sementara itu, Kholid mengaku sempat merasakan tekanan saat menghadapi kompetisi tingkat nasional dengan peserta dari seluruh Indonesia.

Namun, ia berusaha tetap fokus dalam mengerjakan soal.

“Saya sempat gugup karena bersaing dengan peserta dari seluruh Indonesia. Tapi saya coba tetap tenang dan fokus,” kata dia.

Ia menekankan bahwa manajemen waktu menjadi kunci dalam kompetisi tersebut.

“Harus bisa bagi waktu. Jangan terlalu lama di satu soal,” katanya.

Capaian ini juga mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Kampar, Misharti, yang menilai keberhasilan tersebut sebagai kebanggaan bagi daerah.

“Ini kebanggaan bagi Kampar. Siswa kita mampu masuk 10 besar nasional dengan hasil yang sangat baik,” ujar Misharti.

Ia berharap prestasi ini tidak berhenti pada satu generasi, melainkan menjadi awal dari pembinaan berkelanjutan bagi siswa lainnya.

“Kita ingin ini menjadi awal, bukan puncak. Harus ada regenerasi dan pembinaan yang terus berjalan,” katanya.

Keberhasilan dua siswa ini mencerminkan bahwa dengan pembinaan yang tepat dan dukungan lingkungan, pelajar dari daerah tetap memiliki peluang besar untuk bersaing dan berprestasi di tingkat nasional. (*)