Kabupaten Siak Paling Banyak Miliki Sekolah Penggerak

Total ada 213 sekolah penggerak di Riau saat ini. Terdiri dari angkatan I sebanyak 72 sekolah dan angkatan II sebanyak 141 sekolah. Baik tingkat PAUD, SD, SMP SMA dan SLB dan tersebar di 6 kabupaten/kota.

May 31, 2022 - 10:52
 0
Kabupaten Siak Paling Banyak Miliki Sekolah Penggerak
Kepala BPMP Riau Dr Wisma Endrimon MPd

KABUPATEN Siak menjadi daerah di Provinsi Riau yang paling banyak memiliki sekolah penggerak. Berdasarkan rilis Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Riau, di kabupaten Siak saat ini terdapat 53 sekolah penggerak. 


Kepala BPMP Riau Dr Wisma Endrimon MPd, Senin (30/5/2022) mengatakan, total ada 213 sekolah penggerak di Riau saat ini. Terdiri dari angkatan I sebanyak 72 sekolah dan angkatan II sebanyak 141 sekolah. Baik tingkat PAUD, SD, SMP SMA dan SLB dan tersebar di 6 kabupaten/kota.


Setelah Siak, sekolah penggerak terbanyak ada di Indragiri Hilir dengan 48 sekolah. Kemudian, di Rokan Hilir ada 34 sekolah penggerak, Kota Dumai sebanyak 27 sekolah penggerak, Kuantan Singingi 26 sekolah penggerak dan terakhir Pelalawan dengan jumlah sekolah paling sedikit yakni 25 sekolah. 


Memang, saat ini baru enam kabupaten kota yang telah menjalankan program sekolah penggerak. Sedangkan enam daerah lagi masih tahap seleksi. "Enam daerah yang sedang proses seleksi sekolah penggerak angkatan III yakni Pekanbaru, Inhu, Kampar, Bengkalis, Rohul dan Kepulauan Meranti," kata Endrimon.


Bagi yang telah dinyatakan sebagai sekolah penggerak, akan mendapat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja dari APBN. BOS Kinerja ini berbeda di setiap jenjang pendidikan. 


Untuk tingkat PAUD, BOS Kinerja angkatan I yang diterima sebanyak Rp30 juta dan angkatan II naik menjadi sebesar Rp60 juta. Jenjang SD dana BOS Kinerja yang diterima sebesar Rp45 juta untuk angkatan I dan angkatan II sebesar Rp80 juta.


Selanjutnya jenjang SMP, dana BOS Kinerja yang diterima angkatan I sebesar Rp70 juta dan angkatan II sebesar Rp120 juta. Jenjang SMA, dana BOS Kinerja angkatan I sebesar Rp90 juta dan angkatan ke 2 sebesar Rp155 juta dan terakhir BOS Kinerja jenjang SLB, angkatan I sebesar Rp72,5 juta dan angkatan II sebesar Rp132.5 juta. 


BOS Kinerja bagi sekolah penggerak diperuntukan untuk pembelian buku teks lewat SIPLAH, pengembangan sumber daya manusia, pembelajaran dengan paradigma baru, digitalisasi sekolah dan terakhir BOS Kinerja dimanfaatkan untuk perencanaan berbasis data.


Sekolah yang sudah ditetapkan sebagai sekolah penggerak bisa menerapkan Kurikulum Merdeka. Hanya saja, penerapan pelaksanaanya juga tergantung kepada kesiapan sekolah. Bagi sekolah yang melaksanakan Kurikulum Merdeka Mandiri bisa melalui aplikasi dengan tiga kategori yakni mandiri belajar, mandiri berubah dan mandiri berbagi. 


Kategori Mandiri Belajar yakni menerapkan kurikulum merdeka tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan. 


Selanjutnya, kategori Mandiri Berubah menerapkan kurikulum merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan sekolah dan kategori Mandiri Berbagi. Yaitu sekolah diberikan kesempatan untuk mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar. (rls)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Hendra Moderator, penulis