Kongres VII PIKI 2026 Angkat Isu Energi hingga SDM, Menag Tekankan Hal Ini

Kongres VII PIKI 2026 akan mengangkat isu strategis nasional seperti energi, pangan, dan SDM, dengan dukungan Menteri Agama yang menekankan pentingnya hasil nyata bagi masyarakat.

Kongres VII PIKI 2026 Angkat Isu Energi hingga SDM, Menag Tekankan Hal Ini
Menteri Agama, Nasaruddin Umar menerima audiensi pengurus pusat PIKI di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (14/4/2026). (Sumber: Kemenag)

RINGKASAN BERITA:

  • Kongres PIKI mengangkat isu energi, pangan, dan SDM sebagai fokus utama.
  • Menag menekankan pentingnya hasil kongres berdampak nyata bagi masyarakat.
  • Sekitar 300 peserta dari kalangan akademisi dan tokoh gereja akan hadir.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Kongres VII Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) 2026 akan mengusung berbagai isu strategis nasional, mulai dari ketahanan energi hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menilai forum ini harus mampu melahirkan gagasan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Dukungan tersebut disampaikan Menag saat menerima audiensi pengurus pusat PIKI di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Ia menegaskan bahwa peran organisasi intelektual seperti PIKI sangat penting dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan Indonesia.

“Kami berharap dari forum ini akan lahir pemikiran-pemikiran segar, ide inovatif, dan karya nyata yang berdampak langsung. Intinya, bagaimana hasil kongres ini bermanfaat bagi kemaslahatan seluruh umat dan bangsa Indonesia,” harap Menag.

Menurutnya, kongres yang mempertemukan akademisi, intelektual, dan pimpinan gereja dari berbagai daerah menjadi momentum strategis untuk memperkuat harmoni sekaligus mendukung pembangunan nasional.

“Saya tentu mendukung penuh kesuksesan Kongres VII PIKI. Ini adalah forum yang sangat penting karena mengumpulkan para akademisi, intelektual, hingga cendekiawan Kristen. Bertemunya orang-orang pintar untuk berdiskusi demi kemajuan negara adalah hal yang harus kita fasilitasi dan sukseskan bersama,” tutur dia.

Kongres VII PIKI dijadwalkan berlangsung pada 30 April hingga 2 Mei 2026 di Jakarta dengan melibatkan sekitar 300 peserta dari seluruh Indonesia.

Wakil Ketua PIKI Abetnego Tarigan menjelaskan bahwa agenda kongres dirancang sejalan dengan arah kebijakan nasional, khususnya dalam menjawab tantangan pembangunan ke depan.

“Kami akan mengangkat isu-isu strategis yang menjadi fokus pemerintah saat ini, mulai dari ketahanan energi, kedaulatan pangan, hingga upaya mencetak SDM unggul untuk menuju Indonesia Emas,” kata Abetnego.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan kongres akan dilakukan secara hybrid, memadukan format daring dan luring sebagai bagian dari efisiensi energi sekaligus adaptasi terhadap kondisi global.

Audiensi tersebut juga dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Jeane Marie Tulung bersama jajaran pengurus PIKI.

Melalui kongres ini, diharapkan lahir rekomendasi dan inovasi yang mampu memberikan kontribusi konkret bagi pembangunan nasional serta memperkuat peran intelektual dalam kehidupan berbangsa. (*)