Di Hadapan Mahasiswa Umri, Kapolda Riau Ajak Perhatikan Lingkungan
Dalam kegiatan yang digelar hingga Minggu (20/4/2025) ini seluruh peserta akan diinapkan di kampus. Menurutnya, jumlah peserta kali ini sebanyak 388 orang yang berasal dari seluruh fakultas di Umri kecuali Fakultas Kedokteran.

RIAUCERDAS,COM, PEKANBARU - Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan Baitul Arqom dan Pembekalan Purna Studi bagi calon wisudawan wisudawati XXVIII Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) pada Sabtu (19/5/2025).
Dalam kegiatan bertema Mewujudkan Generasi Inovatif, Inspiratif, Berdaya Saing dan Mencerahkan Semesta ini, hadir pula Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, Karo Ops Polda Riau, Kombes Pol Ino Harianto, Kapolres Pekanbaru, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika SIK dan pejabat Polri lainnya.
Ketua Panitia Pelaksana, Raja Suci Harlizah menyampaikan bahwa wisuda Umri selalu diawali dengan Baitul Arqom dan pembekalan. Tujuannya mengingatkan kembali pembekalan yang telah diberikan kepada mahasiswa terkait Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) yang diterima dari semester 1 sampai 4.
Diharap, setelah keluar dari gerbang kampus dan jadi alumni, mereka mampu menjadi kader Muhammadiyah sejati. Karena itu, dalam kegiatan ini ada sejumlah materi terkait kemuhammadiyahan. Lalu ada juga materi pembekalan tentang persiapan menghadapi dunia kerja, melanjutkan studi, pembekalan keluarga, dan sebagainya.
Dalam kegiatan yang digelar hingga Minggu (20/4/2025) ini seluruh peserta akan diinapkan di kampus. Menurutnya, jumlah peserta kali ini sebanyak 388 orang yang berasal dari seluruh fakultas di Umri kecuali Fakultas Kedokteran.
Sementara Rektor Umri, Dr Saidul Amin, MA menyampaikan, sampai hari ini, mahasiswa Umri lebih kurang 13.310 orang. Sebanyak 540 orang di antaranya non Muslim. "Kita ingin Umri sebagai universitas Muhammadiyah juga mampu menjadi rahmatan lil alamin," tuturnya.
Dia berharap, dalam pembekalan kali ini, Kapolda Riau berbicara layaknya seorang ayah kepada anak. Karena dengan cara itu, materi yang disampaikan Kapolda akan sampai ke hati tiap peserta.
Dijelaskannya, tujuan pendidikan di Umri fokus pada 3H. Yaitu head, heart, dan hand. Head artinya mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kecerdasan akademik. Selain itu, mahasiswa juga disiapkan dari segi ideologi, keimanan dan spiritualitas. "Di situlah peran heart atau hati," katanya.
Terakhir yaitu hand. Dimana, mahasiswa UMRI didorong punya kemampuan dan keterampilan yang mumpuni untuk dibawa berlayar dalam kehidupan yang sesungguhnya.
Rektor juga mengaku terharu dengan wacana diperluasnya kerjasama Umri dan Polda Riau. Dimana selama ini anggota Polri yang kuliah di Umri kebanyakan di Fakultas Hukum. Ke depan, bintara-bintara itu akan kuliah di fakultas lain. Khususnya Fakultas Ilmu Komunikasi. "Kata Kapolda, alasannya karena polisi yang baik itu adalah yang mampu berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat," ujarnya.
Kepada seluruh peserta, rektor meminta agar menyimak dengan baik materi yang disampaikan oleh Kapolda. "Karena, Kapolda akan menyampaikan fakta kepolisian dan nasehat lainnya," tutur dia.
Sementara Kapolda Riau dalam materinya menyampaikan, bahwa momen ini cukup langka.
"Momen saya bisa hadir ini akan saya torehkan dalam tinta kehidupan saya," ujar Kapolda. Demikian juga pada mahasiswa. Kegiatan ini merupakan proses untuk mempersiapkan diri menjadi seorang pemimpin dan orang berguna bagi lingkungan sekitar.
Momen ini, tambahnya, merupakan proses panjang. Peserta ada di pintu gerbang yang menjembatani mereka ke dunia luar ke kehidupan yang lebih kompleks dengan seluruh tantangan yang harus dicari solusinya bersama. Tantangan yang dihadapi konteksnya global, regional dan nasional.
Irjen Herry menjelaskan salah satu tantangan global yaitu perang ekonomi yang dihembuskan Amerika lewat kebijakan tarif impor. Dimana, Indonesia menjadi salah satu negara yang terkenal dampaknya.
Kebijakan itu, tuturnya, dapat menimbulkan masalah lainnya.
Bahkan berpengaruh dalam lingkup regional dan nasional. Untuk itu, mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan mampu mentransformasikan pikiran, berkomunikasi dengan baik, berpikir rasional serta dituntun dengan etika.
"Dengan demikian, kebaikan-kebaikan yang dilakukan itu menjadi kebiasaan, lalu menjadi karakter dan berlanjut menjadi habitus baru," paparnya.
Ditambahkan Kapolda, lulusan perguruan tinggi ke depan ditantang tak hanya cerdas secara intelektual. Tapi juga mampu menjadi lebih baik di lingkungan sosial. Semua itu bisa muncul dari hati nurani sendiri.
"Kita harus mampu menjadi jembatan untuk memberikan solusi bagi masalah di lingkungan. Membuka diskursus dalam lingkungan kita, mampu menyampaikan ide," kata dia.
Irjen Herry juga mengungkit soal green policing. Yaitu upaya kepolisian bergandengan tangan mengajak masyarakat bahwa kerusakan lingkungan tak akan terjadi lagi. Baik pemerintah, masyarakat, media, mahasiswa dan sebagainya untuk mampu menjaga kelestarian lingkungan.
Untuk itu, pada 25 April, Kapolda Riau bersama pemerintah akan menggelar Jambore Karhutla. Sebelumnya juga telah dilakukan Fun Run Karhutla. Hal ini dilakukan guna menyiapkan diri menghadapi Karhuta.
Lalu ada green habit. Dimana, etika lingkungan sudah menjadi perhatian komunitas internasional. Kecintaan dan perlindungan alam sudah menjadi ideologi baru yang sangat fundamental di masyarakat internasional.
"Saya ingin menekankan pada calon wisudawan dalam menghadapi kehidupan ke depan, mampu menempuh jalan hidup yang peduli kelestarian lingkungan," papar Kapolda.
Selanjutnya, Kapolda memaparkan tentang Green thinking. Dia berharap, ilmu yang diperoleh di bangku kuliah mampu menjadi senjata untuk menyelesaikan masalah. Menurutnya, masalah-masalah harus diselesaikan bersama. Menuntut kerjasama lintas ilmu, profesi, bangsa dan budaya.
Calon wisudawan, kata dia, harus paham dengan keberlanjutan bumi dan Negeri Lancang Kuning ini. Karena, ia mengajak calon wisudawan peduli pada lingkungan. Apalagi, mereka adalah bagian penting yang bakal menjadi pemimpin-pemimpin masa depan.
Ke depan, paparnya, di tengah masalah selalu ada harapan yang muncul. Bukan saja dari luar, tapi juga berasal dari calon wisudawan. Harapan itu ada pada karakter. Bukan hanya pada kecerdasan. "Karakter baik itu harus dibentuk dari sekarang. Di antaranya dengan keberanian mencoba, terus berinovasi dan tangguh".
"Harapan itu juga ada pada kontribusi para calon wisudawan untuk merawat alam serta bumi yang dicintai ini," tutupnya.
Di akhir acara, Kapolda menyerahkan bibit tanaman kepada Wakil Rektor I Umri, Dr Wirdati Irma, S.Pd.,M.Si sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara, Wakil Rektor III Umri, Dr Jufrizal Syahri menjelaskan bahwa acara ini rutin dilakukan untuk mempersiapkan calon wisudawan. Termasuk yang akan diwisuda pada 3 Mei mendatang.
Tujuannya untuk mempersiapkan mereka siap menghadapi dunia kerja. Lalu bagaimana mampu meningkatkan personel branding. Ada juga materi tentang kesiapan melanjutkan kuliah maupun persiapan menikah.
"Sementara baitul arqom untuk menyegarkan kembali materi tentang Kemuhammadiyahan yang telah mereka terima sebelumnya. Sehingga ketika turun ke masyarakat, mereka mampu menjadi kader Muhammadiyah," tuturnya. (*)
What's Your Reaction?






