Bupati Rohul Targetkan Akhiri Birokrasi Berbelit hingga Tingkat Desa

Bupati Rokan Hulu Anton menegaskan komitmen pembenahan layanan publik secara menyeluruh, dari OPD hingga desa, dengan menekankan pelayanan cepat, sederhana, dan tulus.

Bupati Rohul Targetkan Akhiri Birokrasi Berbelit hingga Tingkat Desa
Bupati Rokan Hulu, Anton ST MM. (Sumber: Diskominfo Rohul)

RINGKASAN BERITA: 

  • Bupati minta layanan berbelit dihapus hingga tingkat desa
  • Temuan Puskesmas tutup saat jam kerja berujung pencopotan pejabat
  • Pemkab siapkan Mal Pelayanan Publik baru yang lebih strategis.

RIAUCERDAS.COM, PASIR PENGARAIAN - Upaya pembenahan birokrasi di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) terus didorong dengan fokus pada penyederhanaan pelayanan publik hingga ke tingkat desa.

Bupati Rohul Anton, ST MM menegaskan praktik pelayanan yang berbelit harus segera dihapus demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Instruksi tersebut disampaikan kepada seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, hingga pemerintah desa pada Senin (13/4/2026).

Ia meminta seluruh aparatur mengutamakan pelayanan yang sederhana dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

"Saya minta kepada seluruh jajaran pelayanan, mulai dari OPD, kecamatan, hingga pemerintah desa hilangkan praktik pelayanan yang berbelit-belit," tutur Bupati Anton.

Menurutnya, pelayanan publik merupakan hal mendasar yang sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga seluruh aparatur harus hadir sebagai solusi dan bukan justru menjadi penghambat.

Komitmen tersebut bukan sekadar imbauan. Dalam beberapa waktu terakhir, Anton aktif turun langsung ke lapangan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan. 

Anton bahkan menemukan Puskesmas yang tidak beroperasi saat jam kerja, yang berujung pada pencopotan kepala Puskesmas.

Selain itu, ia juga melakukan peninjauan ke RSUD RokanHulu.

Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog dengan pasien dan keluarga serta menemukan sejumlah kekurangan, mulai dari pelayanan medis hingga komunikasi dan penyampaian informasi yang dinilai belum optimal.

Tak hanya sektor kesehatan, perhatian juga diarahkan pada infrastruktur dasar seperti kondisi jalan yang rusak.

Sejumlah perbaikan telah dilakukan sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan publik.

Dalam rangka memperkuat sistem pelayanan terpadu, Pemkab Rohul juga tengah menyiapkan pembangunan Mal Pelayanan Publik yang lebih strategis dan mudah diakses masyarakat.

Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu mempercepat proses pelayanan dan memangkas birokrasi.

Saat ini, Mal Pelayanan Publik sudah tersedia, namun lokasinya dinilai kurang representatif karena berada di kawasan perkantoran yang relatif sulit dijangkau warga.

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan berpihak pada masyarakat. (*)